MerahPutih.com - Masyarakat di daerah mengeluhkan kenaikan harga bahan pangan, terutama beras medium yang sudah di atas harga eceran tertinggi (HET) tahun 2023.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memaparkan, untuk komoditas beras, Perum Bulog saat ini memiliki stok aman (secure stock) sebanyak 1,52 juta ton.
Baca Juga:
Stok Pangan di Kota Bandung Diklaim Cukup Sampai Akhir Tahun
Adapun realisasi penyaluran beras nasional pada 2023 hingga minggu keempat Agustus 2023 sebanyak 1,44 juta ton, baik yang digunakan untuk bantuan pangan, stabilitas pangan dan harga pangan (SPHP), serta tanggap darurat.
Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) amatan Juli 2023, data terbaru (update) per 20 Agustus 2023, realisasi produksi beras sampai pada Juli 2023 sebesar 2,42 juta ton dengan neraca produksi konsumsi beras Januari-Juli 2023 surplus sebesar 3,03 juta ton. Sementara neraca bulanan Agustus-Oktober diperkirakan defisit 0,59 juta ton.
Bapanas menegaskan, fenomena El Nino di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini, kata dia, harus menjadi perhatian bersama mengingat potensi kekeringan terparah terjadi pada daerah-daerah sentra produksi beras seperti Pulau Jawa, sebagian Sumatera bagian selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Bapanas Arief Prasetyo menyatakan, ketersediaan 12 komoditas diproyeksikan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir Desember 2023.
Adapun ke-12 komoditas itu termasuk beras, jagung, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng. Komoditas kedelai, bawang putih, daging sapi-kerbau, dan gula konsumsi juga diprediksi aman dengan catatan membutuhkan pasokan impor.
Ia menegaskan, BUMN pangan bersama Bapanas sedang berprogres dalam penguatan cadangan pangan pemerintah (CPP), baik melalui subsidi bunga pinjaman serta pemberian penjaminan pemerintah.
Menurut dia, stok level masing-masing komoditas ditargetkan dapat mencapai 5-10 persen dari kebutuhan atau market share nasional untuk dapat melakukan intervensi termasuk stabilisasi harga pasar.
"Hampir semua komoditas sudah kami siapkan stoknya. Untuk jagung dan kedelai kami terus dorong Perum Bulog untuk bisa melakukan penguatan cadangan jagung pemerintah," kata Arief.
Baca Juga:
Harga Beras Merangkak Naik, Badan Pangan Minta Warga Bijak Berbelanja