KOLABORASI dengan sejumlah pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan Indonesia sehat. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin.
Menurut Budi, kolaborasi sangat penting untuk mencapai Indonesia emas 2045, sehingga bangsa Indonesia bisa meraih derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Baca Juga:
"Kolaborasi dari berbagai pihak mutlak diperlukan, dalam rangka promosi kesehatan dan mempercepat pencapaian target pembagunan kesehatan di Indonesia," jelas Menkes Budi Gunadi Sadikin, seperti yang dikutip dari laman Antara.
Kemudian, Budi menambahkan, bahwa yang tidak kalah penting ialah pengendalian faktor risiko penyakit, karena menurutnya erat kaitannya dengan peran riset dan inovasi.
Guna mewujudkan bangsa yang sehat, tentunya dibutuhkan dukungan terhadap riset kesehatan yang mumpuni. Selain itu, urgensi menumbuhkan iklim penelitian pun dipertegas oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Daeng M. Faqih, SH., MH.
Menurut Daeng, saat ini jumlah peneliti kesehatan di Indonesia masih tergolong rendah. "Padahal, berbagai riset dan penelitian di bidang kesehatan tentu sangatlah dibutuhkan, mengingat sebuah kebijakan akan tepat diputuskan jika didasari atas suatu penelitian," kata Daeng.
Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama pihak swasta, menginisiasi program Indonesia Medical Innovation and Research Award in Health (MIRAH) 2021, yang perdana digelar tahun ini.
Adapun program tersebut bertujuan untuk mengembangkan iklim penelitian bagi dokter dan mahasiswa kedokteran di Indonesia. Selain itu, program tersebut pun dibuat untuk mendukung target transformasi kesehatan yang diusung pemerintah, lewat Kementerian Kesehatan.
Baca Juga:
Normalisasi Kehidupan, Kunci Lindungi Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi
Selain itu, ada lima proposal penelitian dan 10 karya tulis ilmiah terpilih, dan berhak untuk mendapat dukungan dana riset serta apresiasi, dengan total penghargaan senilai Rp250 juta.
Direktur Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia dr. Marhaen Hardjo M. Biomed., PhD, mengatakan bahwa penelitian dan karya tulis ilmiah yang diajukan, membahas tentang beragam ide terkait inovasi kesehatan. Mulai dari pengaruh pemberian prebiotik pada penderita skizofrenia, efektivitas sambiloto sebagai antiinflamasi, hingga penelitian terkait efektivitas obat kumur terhadap mutasi Virus Sars-Cov-2.
Menurut dr. Marhaen, pemenang penghargaan dipilih berdasarkan daya tarik ide, kualitas, penulisan, hingga dampak dari penelitian terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi berbagai proposal penelitian dan karya tulis yang telah dibuat, dan tentunya sangat bermanfaat bagi kemajuan dan inovasi sektor kesehatan Indonesia," ujar dr. Marhaen.
Nantinya, total penghargaan senilai Rp250 juta akan diberikan pada lima orang pemenang kategori proposal penelitian. Masing-masing pemenang akan emndapat dana riset senilai Rp35 juta, sementara 10 pemenang karya tulis ilmiah mendapat dana apresiasi senilai Rp7,5 juta. (Ryn)
Baca Juga:
Stigma Negatif dan Mitos Jadi Penghambat Penanganan Kesehatan Mental