Kepala Bulog Divre Jawa Timur, Usep Karyana meminta masyarakat setempat tak perlu khawatir terhadap harga pangan jelang bulan Ramadan dan Lebaran 2017 karena pihaknya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi stabilisasi harga.
"Untuk mengantisipasi persiapan Ramadan dan Idulfitri 1438 Hijriah, kami telah mengoptimalkan berbagai program stabilisasi, seperti optimalisisai rastra, pasar murah, dan berbagai program kerja sama dengan lembaga agama," kata Usep di Surabaya, Senin (15/5).
Pada tanggal 17 Mei mendatang, pihaknya juga akan membuat gerakan bersama stabilisasi pangan yang bekerja sama dengan madarasah dan berbagai lembaga terkait. Kegiatan ini bertujuan agar stabilisasi harga jelang bulan puasa tetap terjaga.
Dengan langkah itu, pihaknya meyakini harga akan aman, dan siap memasok seluruh kebutuhan beras dan gula ke berbagai wilayah Jatim.
Ia mengatakan bahwa saat ini dalam setiap harinya penyerapan beras oleh Bulog mencapai 8.000 s.d. 9.000 ton per hari dari petani. Selain itu, jumlah stok beras yang tersedia juga masih surplus.
Bulog Jatim, kata Usep, juga memiliki 2.968 rumah pangan kita (RPK) atau outlet penjualan pangan pokok milik masyarakat yang dibina oleh Perum Bulog, ditambah 13 subdivre yang tersebar di 38 kabupaten/kota.
Dengan langkah tersebut, dia berharap masyarakat Jatim tidak perlu panik dengan melakukan persiapan berlebih karena stok sangat mencukupi.
"Kami juga akan terus melakukan persiapan secara baik sehingga gejolak harga tidak akan terjadi atau bisa ditekan," katanya.
Sumber: ANTARA