Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Budaya Indonesia Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Australia

Andika Pratama - Selasa, 24 April 2018

MerahPutih.com - Konsul Jenderal RI di Sydney, Heru Hartanto Subolo telah mengunjungi dua lembaga pendidikan di kota Adelaide, yaitu, TAFE SA dan Sekolah Bisnis Salford College of Business and Hospitality guna membahas kemungkinan memasukkan kuliner dan fesyen Indonesia sebagai mata pelajaran pilihan di ke dua sekolah tersebut.

"Ide utama dari rencana itu adalah Pemerintah Indonesia mendatangkan seorang pengajar atau koki yang berkualifikasi untuk mengajarkan pelajaran khusus mengenai masakan khas Indonesia sebagai pelajaran pilihan bagi para siswa yang berminat," ungkap Konjen RI dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa (24/4).

Kunjungan Konjen Subolo ke TAFE SA menandai satu tahun kerja sama antara Lembaga Fesyen Islam, Islamic Fashion Institute (IFI), Bandung dengan TAFE SA.

Salford College of Business and Hospitality. Foto: ist

Kedua lembaga itu menandatangani nota kerja sama pada April 2017 untuk membangun saling pengertian mengenai kerja sama. Kedua pihak menyepakati gagasan-gagasan nyata seperti kolaborasi peragaan busana dari para siswa TAFE dan IFI pada Festival Fesyen Adelaide.

TAFE dan Salford College of Business and Hospitality menyambut positif gagasan dari Konjen RI dan tim KJRI tersebut.

"Kami ingin memberikan sebuah solusi yang saling menguntungkan baik bagi TAFE and Salford College maupun bagi Pemerintah Indonesia, yaitu memunculkan Adelaide dalam peta hubungan Indonesia-Australia," ungkap Konjen Subolo seperti dilansir Antara.

Menurut dia, mata pelajaran khusus mengenai Indonesia di dua lembaga pendidikan di Adelaide tersebut akan memberikan kedua lembaga tersebut nilai tambah untuk menandingi Sydney dan Melbourne. "Selain itu, hal tersebut juga mempromosikan Indonesia, yang merupakan salah satu prioritas kami," kata Konjen RI.

Pertemuan dengan kedua lembaga itu juga diikuti oleh Konsul Ekonomi, Silvia Malau, Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya, Hermanus Dimara, Kepala ITPC (Pusat Promosi Perdagangan Indonesia) Sydney, Agung Harris, dan Kepala IIPC (Pusat Promosi Investasi Indonesia) Sydney, Sri Moertiningroem. (*)

Baca Artikel Asli