Merahputih.com - Mesir vs Australia mendapat banyak sorotan tajam para pencinta sepak bola. Pasalnya, laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026 ini tanpa kehadiran Mohamad Salah.
Kekhawatiran publik memuncak setelah penyerang berusia 34 tahun tersebut ditarik keluar pada babak kedua saat bermain imbang 1-1 melawan Iran.
Baca juga:
Timnas Spanyol Kalahkan Austria 3-0, Lamine Yamal Tidak Masalah Nirgol
Dokter tim Mesir, Mohamed Abou El-Ela, mengonfirmasi sang megabintang menderita cedera tarikan hamstring cukup serius.
Akibatnya, Mohamed Salah terpaksa melewatkan sesi latihan kelompok untuk fokus menjalani program rehabilitasi intensif.
Badai Cedera Menghantam Sang Firaun
Kehilangan Mohamed Salah menjadi pukulan telak bagi produktivitas lini serang skuad berjuluk The Pharaohs.
Mantan pemain Chelsea ini tercatat sebagai motor serangan utama dengan mengemas 11 kreasi peluang sepanjang fase grup.
Catatan impresif tersebut hanya kalah dari penggawa Belgia, Leandro Trossard, mengoleksi 13 kreasi peluang.

Keadaan makin rumit lantaran pelatih Mesir kemungkinan besar kehilangan Ahmed Fatouh akibat robek hamstring serta Mohamed Abdelmonem mengalami cedera pergelangan kaki.
Padahal, Mesir baru saja mengukir rekor sejarah baru berupa torehan tiga laga beruntun tanpa kekalahan pada ajang Piala Dunia.
Berikut adalah data lengkap kesiapan kedua tim menjelang laga hidup mati babak gugur:
-
Produktivitas Mesir: Mengemas 5 gol sepanjang fase grup, menyamai total gol gabungan dalam tujuh laga Piala Dunia terdahulu.
-
Pertahanan Kokoh Australia: Mencatat rata-rata nilai harapan kebobolan (xG) per tembakan hanya 0,052 (kebobolan 2,68 xG dari 47 tembakan lawan).
-
Efisiensi Lini Serang Australia: Menjadi tim dengan jumlah tembakan paling minim (26 tembakan) serta nilai xG terendah (2,1) di antara tim lolos fase grup.
-
Krisis Striker Socceroos: Gagal mencetak gol dalam dua laga terakhir fase grup dan hanya melepaskan 17 tembakan berbobot 0,9 xG.
-
Daftar Absen Australia: Bek sayap Jacob Italiano dan gelandang veteran Mathew Leckie dipastikan menyudahi turnamen lebih cepat akibat cedera parah.
-
Riwayat Pertemuan Sejarah (H2H): Kedua tim baru bertemu dua kali, Australia menang adu penalti 4-3 pada 1987, sedangkan Mesir menang 3-0 dalam laga persahabatan 2010.
Tembok Kokoh Socceroos Siap Hadapi Gempuran
Di kubu seberang, Australia melaju ke babak gugur sebagai peringkat kedua Grup D setelah mencatat kemenangan 2-0 atas Turki, kalah 0-2 dari Amerika Serikat, serta bermain kacamata kontra Paraguay.
Pelatih Tony Popovic mengandalkan organisasi pertahanan rapat guna meredam agresivitas lawan, meskipun lini depan Socceroos tengah mandul.

Simulasi superkomputer Opta menempatkan duel ini sebagai laga paling seimbang pada babak 32 besar. Probabilitas kemenangan Mesir berada pada angka 39,7 persen, berbanding 28,4 persen milik Australia.
Sementara peluang laga berakhir imbang waktu normal menyentuh 31,9 persen. Pemenang partai melelahkan ini berpotensi besar menantang juara bertahan Argentina pada babak 16 besar.
Prakiraan Pemain
Australia (Formasi 3-4-2-1)
- Kiper: P. Beach (18)
- Bek: L. Herrington (25), H. Souttar (19), A. Circati (3)
- Gelandang: A. Behich (16), J. Irvine (22), A. O'Neill (13), J. Bos (5)
- Gelandang Serang: C. Metcalfe (8), C. Volpato (20)
- Penyerang: N. Irankunda (17)
Mesir (Formasi 4-2-3-1)
- Kiper: Mostafa Shobeir (23)
- Bek: Karim Hafez (15), Ramy Rabia (5), Yasser Ibrahim (2), Mohamed Hany (3)
- Gelandang Bertahan: Mahmoud Saber (21), Marwan Attia (19)
- Gelandang Serang: Trezeguet (7), Emam Ashour (8), Mostafa Ziko (11)
- Penyerang: Omar Marmoush (22)