MerahPutih.com - Anggota Polda Kalimantan Tengah, Bripda Nopandri Ramadhana, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dipastikan ditemukan dalam kondisi gugur.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel tersebut.
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," kata Eko dalam keterangannya, Sabtu (4/7).
Baca juga:
Bareskrim Pastikan Pelaku Terus Diburu
Brigjen Eko menegaskan peristiwa yang menimpa Bripda Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri.
Menurutnya, tim gabungan saat ini masih bekerja untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut, termasuk memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso.
Bareskrim Polri juga telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku.
Polisi turut mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera melaporkannya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ujarnya.
Bareskrim menegaskan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas sebagai bentuk komitmen memberikan keadilan bagi anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas.
Kronologi Penyerangan saat Operasi Narkoba
Peristiwa bermula ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.
Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.
Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi yang berlangsung pada Rabu (1/7) dini hari.
Sesampainya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sementara tim kedua bersiaga sebagai unsur pendukung.
Target operasi berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang.
Baca juga:
2 Polisi Hilang Saat Bentrok Penggerebekan Narkoba Kalteng, Diduga Hanyut di Sungai Katingan
Menurut laporan kepolisian, massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.
Akibat kondisi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan tambahan. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia akibat luka senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan belum diketahui keberadaannya sebelum akhirnya Bripda Nopandri dipastikan ditemukan dalam kondisi gugur. (Knu)