MerahPutih.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memimpin proyek riset internasional dalam bidang pemuliaan tanaman pisang liar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan global.
“Pisang menjadi salah satu komoditas pangan utama dunia dan makanan pokok bagi jutaan penduduk, termasuk Indonesia dan beberapa negara Afrika,” kata Kepala Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN, Ratih Asmana Ningrum, dalam keterangannya, Senin (9/2).
Baca juga:
Pisang Liar Indonesia Jadi Induk Persilangan
Menurut dia, riset gabungan internasional ini bertujuan menghasilkan varietas pisang unggul yang tahan hama dan penyakit Tanaman pisang kini menghadapi ancaman serius penyakit layu Panama dari jamur Fusarium oxysporum f. sp. cubense serta penyakit Banana Bunchy Top Virus (BBTV) yang ditularkan serangga.
“Oleh karena itu, pemuliaan varietas pisang yang tahan hama dan penyakit menjadi solusi paling berkelanjutan dalam jangka panjang,” imbuh Ratih, dikutip Antara
Saat ini, Indonesia memiliki keragaman pisang liar yang tinggi untuk membentuk genotipe unggul tahan Fusarium dan BBTV. Genotipe plasma nutfah pisang liar itu akan menjadi induk persilangan dalam merekayasa varietas pisang sesuai kebutuhan.
“Genotipe unggul ini akan dimanfaatkan oleh mitra internasional seperti International Institute for Tropical Agriculture (IITA) di Afrika, serta oleh BRIN bersama kementerian terkait untuk penyebaran di Asia Tenggara,” tutur Ratih.
Baca juga:
BRIN Kembangkan Pesawat Amfibi Dengan PT DI, Pas Buat Wilayah Kepulauan
Anggota Tim Riset Internasional
Proyek riset ini melibatkan peneliti dari BRIN, IPB University, Universitas Padjadjaran, serta dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Dari luar negeri, kolaborasi dilakukan dengan University of Queensland (Australia), Wageningen University Research (Belanda), Meise Botanic Gardens & Alliance of Bioversity International & CIAT (Belgia), Institute of Experimental Botany (Republik Ceko), dan IITA (Nigeria).
Penelitian ini menggabungkan metode konvensional seperti penyerbukan dengan teknologi modern, termasuk hibridisasi somatik, gene editing, genomik-genotyping, phenotyping, transkriptomik, dan metabolomik. (*)