Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BPN Prabowo-Sandi Bakal Buka-bukaan Bukti Kecurangan yang Dimilikinya

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 27 April 2019

Merahputih.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terus mengumpulkan bukti adanya kecurangan yang terjadi di Pemilu 2019 ini.

Bahkan tidak hanya BPN yang dipimpin Djoko Santoso, Sandi menyatakan jika pihaknya juga terus mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya kecurangan yang terjadi saat pencoblosan.

"Saya meyakini bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Djoko dan seluruh masyarakat sekarang, karena bukan BPN saja yang bergerak, tapi seluruh masyarakat ingin memastikan pemilu kita jujur adil bermartabat," kata Sandi dalam keterangannya, Sabtu (27/4).

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, hari ini Sandi ikut menginventarisir laporan yang diterima dari masyarakat terkait bukti-bukti kecurangan saat pencoblosan.

"Pada malam hari ini Pak Sandi fokus salah satunya menginventarisir laporan-laporan kecurangan dari beberapa daerah yang masuk, memang kami sedang mengumpulkan fakta-fakta, data-data kecurangan dan Insha Allah kita akan gelar perkara secara rutin kepada teman-teman media," papar Dahnil.

Sandi dan istri
Cawapres Sandiaga Uno dan istrinya, Nur Asia Uno di TPS, Foto: MP/Ponco

"Sekaligus bang Sandi berulang kali sudah mengklarifikasi terkait dengan pelintiran media," imbuhnya.

Yang dimaksud Dahnil terkait pelintiran berita di media, yakni terkait ucapan Sandi yang menyebut Pemilu 2019 sudah berjalan jujur dan adil.

"Yang benar adalah tentu kami merasakan dan masyarakat juga merasakan berbagai kecurangan yang TSM, bahkan TSMB terstrukrur, sistematis, masif dan brutal ya tentu dalam upaya itu kami mengumpulkan fakta dan data," terangnya.

Danil mengungkapkan, apa yang dilakukan BPN tersebut lahir dari masyarakat yang secara langsung melihat adanya kecurangan saat pencoblosan 17 April lalu hingga adanya salah input data perolehan suara di KPU.

Gerakan itu, klaim Dahnil, merupakan gerakan rakyat dengan melibatkan banyak relawan bukan sekadar partai politik.

"Karena kami yakin ini bukan sekadar tentang Prabowo-Sandi tapi ini tentang kedaulatan rakyat, ini tentang suara rakyat, kami memastikan suara rakyat tidak dirampok oleh siapapun, kami pastikan bahwasanya suara rakyat benar-benar hadir, jadi pemilu itu harus jadi suaranya rakyat bukan suara aparat," ungkap Dahnil. (Knu)

Baca Artikel Asli