Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BOR Pasien COVID-19 di DKI 33 Persen, Anies Yakin Jakarta Sangat Baik

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Agustus 2021

MerahPutih.com - Keterisian kasur atau bed occupancy rate (BOR) untuk perawatan pasien COVID-19 di Jakarta mengalami penurunan drastis. Kini ketersediaan tempat tidur pasien corona di rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di atas 65 persen.

"Tempat tidur kita hanya terpakai 33 persen, kemudian ICU nya 59 persen," ucap Gubernur DKI Jakarta, Anies Basweda, Sabtu (14/8).

Baca Juga:

Pesan Anies dan Riza Patria Kala Warga Kembali Rayakan Idul Adha Saat Pandemi

Adapun juga jumlah kasus aktif di Jakarta berkurang sebanyak 428 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 9.453 baik orang yang masih dirawat di RS COVID atau isolasi mandiri di rumah.

Meskipun kasus positif virus corona menukik ke bawah, tapi batas aman untuk tempat tidur yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO di bawah angka 60 persen. Walaupun begitu Anies mengklaim tempat tidur DKI mencukupi.

"Jadi Jakarta ini sudah sangat baik kondisinya," ucapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Terminal Pulogebang, Jakarta, Sabtu (17/7). ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Timur
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Terminal Pulogebang, Jakarta, Sabtu (17/7). ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Timur

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menceritakan jika, pada awal Juni 2021 kasus COVID-19 mulai naik seiring masuknya varian Delta. Puncaknya pada 16 Juli 2021 lalu kasus aktif mencapai 113.000 pasien.

"Kemudian positivity rate kita sudah di bawah 10 persen. Itu adalah ambang batas aman, aman idealnya di bawah 5 persen jadi kita sedang menuju ke sana," tuturnya.

Baca Juga:

Anies Sebut Seribu Lebih Pasien COVID-19 Antre di Lorong RS untuk Masuk IGD

Anies menuturkan, walaupun kasus virus corona di ibu kota mengalami perubahan yang cukup baik. Warga tetap diminta untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19.

"Karena kita masih ada 1.000an kasus baru tiap hari, jadi itu kondisi Jakarta," pungkasnya. (Asp)

Baca Artikel Asli