MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendorong investigasi menyeluruh terkait dengan insiden mati listrik massal atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra.
Meski Polri memastikan tidak ditemukan unsur sabotase, Sahroni menilai penyebab utama gangguan kelistrikan tersebut tetap harus diungkap secara terang agar kejadian serupa tidak terulang.
Saya mendorong Polri, PLN, bersama pihak terkait, untuk menginvestigasi total akar masalah dari pemadaman di Sumatra ini. Berikan penjelasan yang clear, karena kejadian ini telah merugikan jutaan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni
Dalam keterangannya, Selasa (26/5), politikus Partai NasDem ini mengatakan dampak blackout tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dalam jumlah besar. Berbagai sektor usaha, pekerjaan, hingga layanan publik disebut ikut terdampak akibat padamnya aliran listrik di sejumlah daerah.
“Banyak aktivitas, pekerjaan, dan bisnis jadi terhambat dan tentunya merugi hingga miliaran rupiah. Harus diusut juga kalau ada indikasi unsur pidana di sana, karena ini kejadian yang sangat fatal. Harus ada yang bertanggung jawab,” ujar Sahroni.
Baca juga:
Blackout Sumatra, Bareskrim Perkirakan karena Gesekan Kabel Kena Angin dan Panas
Ia juga menilai pemerintah dan aparat penegak hukum perlu memberikan penjelasan yang terbuka kepada publik agar tidak memunculkan spekulasi liar di media sosial. Menurut dia, kejelasan informasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. “Karena saat ini ramai di medsos masyarakat duga-menduga terkait dengan pemadaman ini, banyak isu liar. Nah, ini yang kemudian harus diluruskan dengan fakta dan temuan riil di lapangan. Biar tidak gaduh tanpa kejelasan,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Nunung Syaifuddin memastikan tidak ditemukan indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan dalam insiden blackout yang terjadi di Sumatra. “Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan ada indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut,” kata Nunung dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5).
Nunung menjelaskan dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem yang memengaruhi sistem kelistrikan. Menurut dia, gangguan tersebut masih terus didalami bersama pihak terkait. “Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan sistem kelistrikan,” ujarnya.
Diketahui, pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatra pada Jumat (22/5) malam dan sempat mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai daerah.(Pon)
Baca juga:
Pastikan ‘Blackout’ di Sumatra bukan Sabotase, Bareskrim: Kerusakan Kabelnya Semrawut