Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BI Yakinkan Nilai Tukar Rupiah Tetap Aman

Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 April 2024

MerahPutih.com - Kondisi geopolitik dunia kian memasan, setelah Isreal kembali melakukan serangan ke Iran, sebagai balasan serangan ratusan drone ke Israel beberapa waktu lalu. Di sisi lain, kebijakan Amerika Serikat dalam bidang moneter menekan nilai tukar mata uang.

Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas rupiah terjaga dalam mengantisipasi dampak dari ketidakpastian penurunan suku bunga kebijakan Amerika Serikat (AS) atau Fed Fund Rate (FFR) dan ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah.

Baca juga:

Yang Bikin Rupiah Anjlok jadi Rp 16.220 per USD

"Kami terus memastikan stabilitas rupiah tetap terjaga dengan intervensi valuta asing dan langkah-langkah lain yang diperlukan," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (19/4).

Hal tersebut disampaikan Perry dalam Sidang G20 dan International Monetary Fund (IMF) di Washington DC pada 18 April 2024.



BI melakukan pengelolaan aliran portfolio asing yang ramah pasar, termasuk operas? moneter yang promarket dan terintegrasi dengan pendalaman pasar uang guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Ia menuturkan, ekonomi Indonesia termasuk salah satu negara emerging market yang kuat dalam menghadapi dampak rambatan global akibat ketidakpastian penurunan Fed Fund Rate dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang oleh kebijakan moneter dan fiskal yang pruden dan terkoordinasi erat.

"Untuk memperkuat ketahanan eksternal, komitmen kuat Bank Indonesia untuk stabilisasi nilai tukar menjadi bagian penting," tuturnya.

Peneliti ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf R Manilet mengatakan otoritas terkait terus melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas) untuk menahan laju pelemahan rupiah imbas konflik Iran dan Israel yang memanas.

"Pilihan dari otoritas terkait, pertama melakukan intervensi di sisi nilai tukar agar tidak terdepresiasi lebih dalam," kata Yusuf.

Intervensi di pasar valas atau menggunakan berbagai instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

"Atau kebijakan suku bunga merupakan beberapa kombinasi kebijakan yang bisa dilakukan Bank Indonesia untuk memastikan nilai tukar rupiah tidak terdepresiasi lebih dalam," katanya.

Baca juga:

Kurs Rupiah Terus Anjlok, Hari Ini Ditutup Rp 16.220 per USD

Baca Artikel Asli