BGN Izinkan Menu MBG Tanpa Susu Kalau Sapinya Jauh

Kamis, 08 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tidak memaksakan pemberian susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila sumber daya lokal tidak memadai. Kebijakan ini diambil guna memastikan kesegaran produk dan menghindari ketergantungan pada barang impor.

Saat meninjau pelaksanaan MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1), Dadan menekankan pentingnya penggunaan produk segar.

Ia menyatakan bahwa daerah yang memiliki populasi sapi perah diperbolehkan menyajikan susu, namun daerah yang jauh dari sumber ternak disarankan mencari alternatif lain.

Baca juga:

Siswa SMK Negeri 1 Jakarta Santap Makan Bergizi Gratis (MBG) Perdana Tahun 2026

"Bagi daerah yang jauh dari sapi perah dan belum ada sumbernya, tidak perlu dipaksakan. Bisa diganti dengan sumber kalsium lainnya," ujar Dadan.

BGN secara tegas melarang penggunaan produk impor dalam implementasi program MBG yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak sekolah. Dadan mendorong adanya upaya peternakan lokal jika suatu daerah tetap ingin menyediakan susu dalam menu mereka.

Selain itu, Dadan memastikan program MBG akan terus berjalan selama bulan Ramadan, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita untuk menekan angka stunting.

Baca juga:

Aksi BGN dan Wamenkes Tinjau Pelaksanaan Setahun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta

BGN juga telah bersinergi dengan Kementerian Kesehatan guna memenuhi kebutuhan gizi spesifik, termasuk bagi anak-anak yang memiliki alergi makanan tertentu.

"Setiap SPPG memiliki ahli gizi untuk mengidentifikasi kebutuhan masing-masing anak. Jadi, menu akan bervariasi dan tetap memperhatikan gizi seimbang meski anak memiliki kebutuhan khusus atau alergi," pungkasnya.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan