Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Berwisata Kuliner dengan Aman, Perhatikan Bahan Makanan Ini

P Suryo R - Minggu, 07 Oktober 2018

WISATA kuliner seolah menjadi kewajiban bila melancong. Traveling seolah tak lengkap tanpa mencicipi hidangan khas destinasi wisata. Kita akan melahap berbagai kudapan yang ditawarkan dan tak mengindahkan pola makan sehat.

Padahal, saat berlibur sistem kerja pencernaan kita tak lantas libur loh. Kita tetap harus menjaga kesehatan dan kebersihan usus. Namun kau tak perlu khawatir. Kamu tetap bisa berwisata kuliner dengan usus yang sehat. Berikut makanan dan minuman yang harus dikonsumsi saat hendak berwisata kuliner:

Makanan Berserat Tinggi

sayuran
Sayuran dapat mengatur kerja usus yang terlalu aktif. (Foto: Pexels/Fancycrave.com)

Ketika sedang berwisata kuliner kita bisa mengombinasikan makanan lezat dengan makanan bergizi. Masukkan hidangan yang mengandung serat tinggi dalam menu makananmu. Serat tinggi dapat ditemukan di sayuran, buah-buahan, gandum, atau kacang. Makanan-makanan tersebut tak hanya mengandung serat tetapi juga selulosa dan dapat mengatur sembelit. Makanan berserat wajib dikonsumsi saat wisata kuliner karena makanan tersebut juga berfungsi untuk mengatur kerja usus yang terlalu aktif.

Makanan yang Resisten Terhadap Pati

kacang biji
Kacang makanan yang resisten terhadap pati. (Foto: Pexels/shattha pilabut)

Beberapa jenis makanan yang kita konsumsi saat sedang berwisata kuliner mengandung pati. Terlalu banyak mengonsumsi hidangan yang mengandung pati akan berdampak buruk pada sistem pencernaan. Untuk itu, kita harus mengimbanginya dengan memakan makanan yang resisten terhadap pati. Makanan yang resisten terhadap pati dapat ditemukan dalam makanan yang mengandung nabati seperti kacang-kacangan, biji-bijian, kentang atau pisang hijau. Menurut penelitian yang dilakukan Cancer Prevention Research makanan yang resisten terhadap pati tersebut juga dapat mengurangi risiko kanker usus besar dengan menjaga usus tetap sehat.

Air Putih

air putih
KOnsumsi air putih merupakan keharusan. (Foto: Pexels/pixabay)

Selalu bawa botol air putih kemanapun destinasi wisatamu dan minumlah saat tenggorokan kering. Minum air putih secara rutin dapat membantu proses perbaikan dalam sistem pencernaan. Untuk mendetoksifikasi usus konsumsilah 6 hingga 8 gelas air hangat.

Minuman Herbal

herbal
Minuman herbal dapat membantu membersihkan usus. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Ketika datang ke restoran, kau bisa memesan makanan apapun namun pesanlah minuman herbal. Minuman herbal seperti teh jahe mengandung antimikroba yang dapat menekan bakteri jahat sehingga bakteri tersebut tak berkembang biak di usus besar. Dengan meminum minuman herbal sekali sehari dapat membantu membersihkan usus besar. Namun, disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Jus Sayuran Mentah

jus sayur
Jus sayuran adalah master pembersih usus. (Foto: Pexels/Toni Cuenca)

Tanyakan restoran atau penginapan yang kau kunjungi, apakah mereka bersedia menyajikan sayuran mentah menjadi segelas jus atau smoothies. Jika mereka bersedia, minumlah jus sayuran mentah yang mereka buat. Dalam dunia kesehatan, jus sayuran mentah adalah master pembersih usus. Jus atau smoothies sayuran mengandung serat dan nutrisi yang dapat memperbaiki proses pencernaan. Supaya serat dan nutrisi yang dihasilkan lebih banyak, serat dan kulitnya harus tetap utuh saat di jus.

Probiotik

yogurt
Yogurt dapat mengurangi peradangan usus. (Foto: Pexels/Pixabay)

Luangkan waktumu untuk mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung probiotik. Probiotik mampu membersihkan usus secara efektif dan efisien. Makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, acar, dan makanan fermentasi lainnya mengembalikan bakteri baik di usisi dan menjaga usus besar agar tetap sehat bersih. Selain itu, makanan atau minuman probiotik juga dapat mengurangi peradangan di usus akibat makan yang tak terkontrol. (avia)

Baca Artikel Asli