MERAHPUTIH.COM — ANCAMAN bom menargetkan lebih dari selusin penerbangan di Eropa pada Kamis (5/11). Ancaman bom itu memicu serangkaian pendaratan darurat, dan dalam beberapa kasus, pengawalan oleh pesawat militer. Namun, saat pemeriksaan dilakukan, tidak ada bahan berbahaya atau mencurigakan yang ditemukan. Seorang pejabat Inggris menyebut ancaman ini sebagai hoaks yang berniat jahat.
Beberapa ancaman serupa juga menargetkan pesawat pada awal pekan ini, yang memicu pemeriksaan dan pengalihan rute. Setidaknya 25 penerbangan menjadi sasaran. Eropa belakangan ini telah mengalami serangkaian gangguan lain, seperti serangan terhadap sistem pendingin supermarket, infiltrasi drone, dan pengaktifan sistem peringatan dini pada aplikasi secara misterius.
Meskipun ancaman bom palsu relatif sering terjadi, melihat begitu banyak ancaman dalam satu hari sudah pasti hal yang tidak biasa. Ancaman ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan geopolitik dan peringatan dari otoritas setempat bahwa Rusia mungkin sedang meningkatkan apa yang disebut sebagai ancaman hibrida (hybrid threats) di Eropa.
Belum diketahui apakah ancaman pada pekan ini berkaitan, siapa yang mengirimkannya, atau apa yang ingin mereka capai.
Baca juga:
The Associated Press mengabarkan sebuah e-mail berisi ancaman terhadap pesawat yang menuju ke Roma dikirim atas nama kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai kelompok antifeminis. Seorang pejabat dari bandara Eropa lainnya mengatakan ancaman yang mereka terima juga berasal dari kelompok yang menyebut diri mereka antifeminis dan menggunakan beberapa bahasa yang sama.
Belum jelas apakah kelompok yang sama yang mengirimkan kedua ancaman tersebut. Kedua pejabat berbicara dengan syarat anonim karena tidak diberi wewenang untuk membagikan informasi tersebut.
Para Pelancong Santuy
Meski ada banyak ancaman bom, para pelancong menanggapi denga santai. Di bandara Roma, para pelancong yang penerbangannya tidak terdampak tampak menyikapi ancaman tersebut secara tenang.
"Hingga saat ini, saya tidak takut berada di bandara atau naik ke dalam pesawat," kata Alessia Strada, seorang warga Italia berusia 19 tahun yang baru kembali dari Kenya, dikutip BBC. Meski begitu, ia mengaku ancaman bom mungkin mengubah cara pandangnya terhadap bepergian di Eropa.
Alex Langenkamper, seorang warga Jerman berusia 38 tahun yang hendak menuju Munich, mengatakan orang-orang gila itu ada dan akan tetap ada di masa depan.
Sementara itu, Michael Romano, seorang pelancong berusia 54 tahun yang menuju ke Kolombia, mengungkapkan kekhawatirannya tentang dunia yang mengarah pada perang.
"Hal-hal seperti ini tidak pernah terjadi di sini di Eropa sebelumnya. Ini semua hal baru, jadi ini sedikit menakutkan,” ujarnya.(dwi)
Baca juga: