MerahPutih.com - Aksi mogok sopir angkutan kota (Angkot) berlangsung di Majalengka, Jawa Barat, imbas dari naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dan belum ada putusan tarif anyar angkot.
"Anggota kami menyisir seluruh sekolah menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, untuk mengantar anak sekolah," kata Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi di Majalengka, Senin.
Baca Juga:
Imbas Kebijakan Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkot Bogor Naik Hampir 50 Persen
Ia mengatakan, aksi mogok sopir kendaraan umum itu menyebabkan anak sekolah, dan masyarakat yang akan beraktivitas menggunakan jasanya tidak terlayani.
Erwin menginstruksikan seluruh jajaran yang daerahnya terdampak mogok massal angkutan umum, agar bisa membantu masyarakat, dan juga anak sekolah.
Ia memastikan petugas di lapangan akan terus bersiaga ketika aksi mogok massal tersebut masih terus berlangsung, dan akan membantu masyarakat dengan menyiagakan seluruh armada yang dimiliki.
"Aksi ini kami lakukan sebagai upaya memberikan pelayanan terhadap para pelajar saat angkutan umum di mogok massal. Dengan demikian, para pelajar ini tetap bisa menuntut ilmu di sekolah dengan tenang dan juga karyawan pabrik bisa bekerja," ujarnya.
Ia mengaskan, operasi ini tidak akan setiap hari dilaksanakan, tergantung situasi dan kondisi di lapangan.
"Aksi itu bersifat tentatif sampai terbentuk kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan Organda terkait dengan tarif anyar angkutan umum," ujarnya dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Harga Baru BBM Kerek Kenaikan Tarif Transportasi Speed Boat di Kalimantan