Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bawaslu Bandung Gelar Sekolah Politik Bagi Warga Usia di Bawah 30 Tahun

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Januari 2022

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Bandung berjanji memberikan dukungan penuh demi terwujudnya pemilu berintegritas dan berkualitas di Kota Bandung.

Pada tahun 2019, partisipasi pemilih mencapai 86,45‎ persen‎. Angka tersebut naik 9 persen jika dibandingkan dengan pemilu pada 2014 lalu yang mencapai 77,76 persen.

Baca Juga:

Polisi Prediksi Hoaks Pemilu Mulai Bermunculan di Tahun Ini

Ketua Bawaslu Kota Bandung, Zaky Muhammad Zam Zam menyampaikan, beberapa langkah untuk 'memanaskan mesin' politik di Kota Bandung. Salah satunya dengan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP).

"Tiap tahun program ini sudah ada. Tapi, memang sejak pandemi, kita membatasi pertemuan dengan daring/online. Bawaslu menjaring masyarakat khususnya kaum milenial dengan batas usia maksimal 30 tahun," jelas Zaky.

Selama SKPP berlangsung, para peserta akan dibekali dengan pelatihan keilmuan demokrasi, khususnya terkait dengan kepemiluan dan kepengawasan pemilu.

Zaky mengatakan, bukan hanya mengenai seberapa meningkatnya partisipasi warga Bandung dalam perhelatan pemilu mendatang. Namun juga, diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat Bandung untuk ikut mengambil peran dalam mengawasi proses politik yang berlangsung.

Simulasi TPS. (Foto: Bawaslu)
Simulasi TPS. (Foto: Bawaslu)

"Misalnya, dari tahap kampanye. Bagaimana masyarakat bisa sadar dengan politik uang yang sampai hari ini masih membudaya. Lalu juga hate speech, apalagi dengan perkembangan informasi digital," ujar Zaky.

Zaky menyebutkan, Bawaslu juga melakukan optimalisasi melalui media sosial yang memuat edukasi politik. Tak hanya dalam jaringan (daring), edukasi politik juga dilakukan secara tatap muka bertemu masyarakat langsung.

"Meski memang terbatas karena COVID-19, tapi kita tetap menyasar dari berbagai kalangan. Seperti melalui forum RW, kelompok ibu-ibu pengajian, dan organisasi kepemudaan," ucap Zaky.

Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai kapan pemilu 2024 akan berlangsung. Namun, Zaky mengatakan, jika pemilu dilaksanakan pada Februari 2024, maka Juli 2022 Bawaslu akan mempersiapkan tahap awal sosialisasi.

"Perlu ada kerja sama dengan pihak KPU juga agar tingkat partisipasi lebih baik, sehingga tidak terjadi pelanggaran dari para peserta pemilu dan pilkada. Masyarakat juga perlu pendidikan politik yang baik untuk kita bisa sama-sama mewujudkan hal tersebut," ujar Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/1). (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Politisi Gerindra Desak Bahlil Buka Nama Pengusaha yang Minta Pemilu Ditunda

Baca Artikel Asli