Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Batalyon Sniper Korps Marinir Mau Dibentuk, Cetak Sosok Tatang Koswara Baru Penembak Jitu Legenda Dunia!

Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026

MerahPutih.com - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali bersama Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi secara intensif menggelar pembahasan internal mengenai rencana pembentukan Batalyon Sniper Marinir guna meningkatkan postur dan kemampuan tempur pertahanan negara.

Baca juga:

TNI AL Berencana Bentuk Batalyon Sniper

Rencana pembentukan satuan khusus penembak jitu itu dibahas melalui konferensi video dari Mako Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 4 Marinir Purboyo, Malang Selatan, yang juga mencakup penambahan alutsista serta rencana validasi organisasi penambahan Brigade Infanteri (Brigif) Marinir di wilayah kepulauan Indonesia.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan peningkatan kemampuan tempur Korps Marinir serta melakukan validasi organisasi di wilayah kepulauan Indonesia,

Korps Marinir dalam rilis resminya dikutip Rabu (14/10)

Meski demikian, rincian alutsista dan lokasi penempatan Batalyon Sniper di tubuh Korps Marinir itu masih dalam tahap kajian mendalam untuk segera ditindaklanjuti.

Gagasan pembentukan satuan khusus sniper baru di tubuh TNI ini mengingatkan publik pada rekam jejak legendaris penembak jitu mematikan asal Indonesia, Pembantu Letnan Satu (Peltu) TNI (Purn) Tatang Koswara.

Ilustrasi
Ilustrasi - Anggota Pasukan TNI Marinir.(dok Puspen TNI)

Jejak Heroik Tatang Koswara dan Taktik Sandi 'Siluman'

Nama Tatang Koswara diabadikan dalam buku internasional "Sniper Training, Techniques and Weapons" karangan Peter Brookesmith sebagai salah satu sniper terbaik peringkat ke-14 di dunia usai menumpas 41 personel Fretilin dalam Operasi Seroja di Timor-Timur pada rentang 1977–1978.

Dalam setiap pertempuran, Tatang selalu dibekali 50 butir peluru. Sebanyak 49 peluru digunakan untuk menghabisi musuh, sedangkan 1 butir peluru terakhir disiapkan untuk diri sendiri apabila tertangkap.

Saya biasa membidik kepala,

kata Tatang Koswara kala itu, terkait target sasaran saat menjalankan tugas sebagai sniper TNI.

Bertugas di bawah komando Letnan Kolonel Edi Sudrajat dengan sandi S-3 (Siluman), Tatang dibekali senjata Winchester Model 70 berjarak tembak hingga 1.000 meter hasil gemblengan instruktur Green Berets Amerika Serikat pada 1974.

Baca juga:

Dua Tahun Dilatih Kapten Conway, Tatang Koswara jadi Sniper Terbaik Indonesia

Keberaniannya teruji saat, Tatang dikepung 30 anggota Fretilin; meski kaki kanannya tertembak peluru pantulan, dia tetap bergeming dalam kegelapan malam dan mencabut dua selongsong peluru di betisnya menggunakan gunting kuku demi menyelesaikan misi tempur.

Warisan Ilmu Penembak Jitu bagi Generasi Penerus TNI

Setelah purna tugas pada tahun 1994, almarhum Tatang Koswara tetap mendedikasikan hidupnya bagi dunia militer dengan melatih puluhan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD pada tahun 2004 sebelum akhirnya wafat pada 3 Maret 2015 di usia 68 tahun.

Gagasan pembentukan Batalyon Sniper oleh Korps Marinir TNI AL menjadi langkah strategis untuk meneruskan warisan ketangkasan, kedisiplinan, dan taktik tempur senyap yang pernah diukir dengan emas oleh para pahlawan penembak jitu Indonesia di panggung internasional. (*)

Baca Artikel Asli