Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bapanas Soroti Peran Ekosistem Gula Stabilkan Harga Pasaran

Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juli 2024

MerahPutih.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyoroti pentingnya penguatan ekosistem gula secara modern demi memenuhi kebutuhan nasional. Penguatan ekosistem gula nasional harus dibangun mulai dari lini produksi, terutama bersama petani tebu rakyat.

"Salah satunya bersama teman-teman APTRI atau Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia," kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dalam keterangan di Jakarta, dilansir Antara, Jumat (5/7).

Menurut Arief, ketika para petani tebu bersemangat tanam dan produksi, maka kemandirian pangan akan gula konsumsi dapat terwujud, sekaligus menstabilkan harga di pasaran.

"Dengan harga yang baik, petani bisa mensuplai juga ke pabrik gulanya. Jadi petani happy, pabrik gula semakin modern, dan kebutuhan dalam negeri pun tercukupi," ujarnya.

Baca juga:

Harga Gula Putih dan Telur Alami Lonjakan

Arief menegaskan Bapanas mendukung penguatan ekosistem gula nasional dengan menetapkan sekaligus menjaga harga yang baik di tingkat produsen. Apalagi, lanjut dia, saat produksi dalam negeri kian meningkat, maka pasokan gula konsumsi untuk kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi.

"Apa yang telah kita kerjakan selama ini mulai membuahkan hasil. Yang pertama adalah membangun ekosistem pangan, khususnya gula, mulai dari tebu diproduksi kemudian sampai dengan jadi gula. Gula ini di tingkat petani harganya kita jaga, kemudian sampai dengan di hilir, harganya juga kita jaga dengan baik," paparnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam 'Statistik Tebu Indonesia 2022' yang diterbitkan pada November, produksi gula pada 2022 yang mencapai 2,4 juta ton sebagian besar disokong oleh perkebunan rakyat sebesar 63 persen.

Baca juga:

Tekan Harga Gula, Bulog Kembali Gandeng Swasta

Selebihnya perkebunan swasta 27 persen dan perkebunan besar negara 10 persen. Untuk itu, kemitraan pemerintah dengan para petani tebu rakyat penting untuk terus dijalin dengan baik.

Sejak April 2024, harga gula konsumsi di tingkat produsen Rp 14.500 per kilogram (kg) dan di tingkat retail atau konsumen Rp 17.500 per kg. (*)

Baca Artikel Asli