WARGA negeri aing punya banyak cara buat bikin Ramadan menyenangkan. Parade makanan enak di waktu berbuka sudah pasti merupakan secuil kesenangan saat bulan puasa. Lainnya, acara membangunkan warga untuk sahur jadi agenda yang ditunggu.
Biarpun sahur itu penting buat bekal kuat puasa seharian, enggak semua orang bisa autobangun di pukul 03.00. Pun alarm ponsel yang berteriak berulang, berulang, dan berulang bisa jadi enggak cukup ampuh buat bikin mata melek. Nah, di sinilah pentingnya peran petugas 'bangunin sahur'.
BACA JUGA:
Segala cara bakal mereka lakukan. Berkeliling memukul kentongan, panci, bahkan sampai bawa beduk. Sudah pasti sambil teriak, "Sahuuuuuuur!" Keriuhan mereka dijamin bakal bikin kamu terlonjak dan seketika ingat untuk makan sahur.
Belakangan nih, bangunin sahur juga memanfaatkan pelantang masjid yang disetel kencang. Maksudnya sih, biar efisien. Sekali teriak, seluruh kompleks bangun. Namun, apa daya, ternyata enggak semua warga kompleks beragama Islam dan berpuasa. Oops.
Tapi toh, jasa membangunkan sahur ini tak bisa dieliminasi gitu saja. Masih banyak kok yang butuh dibangunkan di saat sahur. Nah, di sini nih kreativitas warga +62 diuji. Bagaimana caranya membangunkan sahur, tapi enggak bikin orang kzl.
Ditemukanlah cara kreatif berupa bernyanyi. Ya, nyanyi. Jadi nih, para petugas bangunin sahur--biasanya bocah-bocah lincah--bakal memanfaatkan pelantang masjid sebagai medium. Dari dalam masjid, mereka bakal menyanyikan lagu pilihan mereka untuk bikin orang bangun sahur. Berhubung temanya bangunin sahur, lirik lagunya juga diubah sesuai dengan tema itu.
Salah satu contoh lirik yang dimodifikasi ialah lagu dari anime Attack on Titan (AoT). Tak dimungkiri, AoT sudah jadi topik yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ending cerita yang cukup membuat sebagian fans kecewa kayaknya bikin seorang fan terinspirasi membuat lagu untuk membangunkan sahur dengan nada dari lagu ending anime tersebut. Jangan harap lirik menyentuh deh. Wong isinya nyuruh kamu bangun sahur kok.
Enggak berhenti di demam anime. Para petugas bangunin sahur juga terjangkit virus 'nihonggo'. Tapi nih, berhubung bahasa Jepang belum dikuasai dengan fasih, untuk sementara belajar pakai logat Jepang aja dulu deh. Prinsipnya nih, jika terus mencoba menekuninya, pasti sedikit demi sedikit pasti akan mengerti. Jadi, saat membangunkan sahur merupakan saat tepat untuk berlatih bahasa Jepang. Entah apa yang diucapkan, pokoknya logatnya udah Jepang banget deh.
Selain ala-ala Jepang, warga +62 juga pakai lagu dalam negeri dong untuk bangunin sahur. Pilihan lagunya banyak. Dari yang lagu rohani, tembang cinta, sampai musik rap pun jadi. Pakemnya sih sama, pakai nada yang sama, pasang musiknya ke mikrofon masjid lewat gadget, trus ubah liriknya sesuai dengan tema bangunin sahur. Ta da! Jadilah lagu bangunin sahur ala negeri aing. (rzk)
BACA JUGA: