Bahaya Video Games Action bagi Otak
Rabu, 16 Agustus 2017 -
VIDEO game bergenre action memang seru bila dimainkan. Jari-jemari seolah berlomba menekan keyboard. Namun, di balik keseruan main video game action ternyata ada bahaya tersembunyi. Permainan ini berisiko menimbulkan penyakit Alzheimer dan Parkinson.
Selain itu, video game action juga berpotensi menimbulkan depresi serta skizofrenia. Studi dalam jurnal Molecular Psychiatry menunjukkan mainan ini dapat mengurangi materi abu di hippocampus, area kunci otak untuk memori. Temuan ini jelas bertolak belakang dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang menyebutkan video games mampu meningkatkan kemampuan otak, mengurangi stres serta memperbaiki gejala depresi.
Kemudian, studi memmperlihatkan pula 85 persen pemain cenderung memanfaatkan bagian lain otak yang disebut striatum untuk menavigasi jalan mereka melalui sebuah permainan. Striatum memiliki area yang dikenal sebagai inti kaudatus yang bertindak sebagai semacam autopilot dan sistem penghargaan yang membantu seseorang membentuk kebiasaan dan mengingat bagaimana melakukan aktivitas seperti mengendarai sepeda.
Seperti dilansir Antara, semakin sering seseorang menggunakan inti kaudatus, semakin sedikit pula ia memakai hippocampus. Akibatnya, hippocampus kehilangan sel dan atrofi.
"Jika permainan video menyebabkan penurunan materi abu-abu di hippocampus (orang dewasa muda), anak-anak dan dewasa muda harus diingatkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif mereka," ujar peneliti dari Universite de Montreal (UdeM) di Kanada, Greg West.
Melihat risiko penyakit yang ditimbulkannya, penderita Parkinson, demensia dan depresi sebaiknya menghindari main video game bergenre action. (*)
Cek siapa selebritas yang mengidap Parkinson pada artikel 4 Selebriti Yang Meninggal Bunuh Diri Seperti Chris Cornell.