Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Racun Serangga, Ini Risiko Residu Kimianya

Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026

MerahPutih.com - Kasus dugaan penyemprotan racun serangga pada ikan asin yang ramai diperbincangkan di media sosial kembali menyoroti pentingnya keamanan pangan.

Praktik yang diduga dilakukan untuk menghalau lalat dan mencegah munculnya belatung tersebut memicu kekhawatiran mengenai potensi paparan zat kimia berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi masyarakat.

Insektisida atau bahan pembasmi serangga tidak diperuntukkan sebagai pengawet makanan. Produk ini diformulasikan untuk mengendalikan hama, bukan untuk disemprotkan pada bahan pangan yang akan dikonsumsi manusia.

Jika insektisida mengenai makanan, residu bahan kimia berpotensi tertinggal di permukaannya dan masuk ke tubuh ketika makanan tersebut dikonsumsi. Karena itu, penggunaan racun serangga pada ikan asin menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian dari sisi keamanan pangan.

Baca juga:

Surga Ikan Asin di Tanjung Binga

Ahli Teknologi Pangan Ingatkan Risiko Residu Insektisida

Mengutip Antara, ahli teknologi pangan Universitas Padjadjaran, Robi Andoyo, menekankan bahwa penggunaan insektisida pada bahan pangan bertentangan dengan prinsip keamanan pangan.

Menurutnya, cairan pembasmi serangga yang disemprotkan pada ikan asin dapat meninggalkan residu kimia di permukaan produk. Residu tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia saat ikan asin dikonsumsi.

Persoalan ini penting diperhatikan mengingat ikan asin merupakan salah satu bahan pangan yang populer di Indonesia. Selain ikan asin, berbagai produk makanan yang diolah di rumah maupun dipasarkan secara tradisional juga perlu dijaga agar tidak terkontaminasi bahan kimia berbahaya.

Penggunaan bahan yang tidak diperuntukkan bagi pangan dapat menimbulkan risiko bagi konsumen. Oleh sebab itu, pengendalian hama dan proses pengawetan makanan perlu dilakukan menggunakan metode yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan.

BPOM Siapkan Koordinasi untuk Mengantisipasi Produk Terkontaminasi

Peringatan mengenai risiko penggunaan insektisida pada ikan asin juga disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan insektisida pada ikan asin dapat menimbulkan risiko bagi konsumen. Menyikapi video yang beredar di media sosial, BPOM mengungkapkan rencana berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengantisipasi peredaran produk yang diduga terkontaminasi pestisida.

BPOM juga menginstruksikan jajarannya di daerah untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kontaminasi bahan kimia pada makanan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat.

Baca juga:

Jangan Lewatkan Oleh-Oleh Ikan Khas Nusantara, Ikan Asin Jadi Favorit

Apakah Mencuci atau Memasak Bisa Menghilangkan Residu Racun Serangga?

Masyarakat perlu memahami bahwa mencuci, merebus, maupun menggoreng makanan yang terpapar insektisida tidak menjamin seluruh residu kimia hilang.

Tingkat pengurangan residu bergantung pada jenis zat aktif yang digunakan serta kondisi kontaminasinya. Dengan demikian, proses pencucian atau pemasakan tidak dapat dijadikan jaminan bahwa makanan yang terkena semprotan racun serangga aman dikonsumsi.

Jika ikan asin atau bahan pangan lain diketahui terkena semprotan insektisida, makanan tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi untuk menghindari risiko paparan bahan kimia. (Far)

Baca Artikel Asli