Audrey GAC Alami 'Quarter Life Crisis'

Rabu, 22 September 2021 - Ikhsan Aryo Digdo

ANGGOTA grup GAC, Audrey Tapiheru mengaku sempat alami quarter life crisis. Hal ini membuatnya memilih untuk vakum selama hampir dua tahun. Tak hanya itu, kondisi Audrey semakin diperparah karena harus ditinggalkan sang ayah. Situasi ini membuatnya betah untuk tidak berkarya.

“Tahun 2020 jadi tahun dimana aku merasa kok kayak quarter life crisis ya. Jadi ada momen aku merasa ‘apakah ini yang ingin aku lakukan’ gitu,” ujar Audrey seperti yang dilaporkan ANTARA.

Baca Juga:

Ini Alasan Cinta Laura Sangat Selektif Pilih Peran Pada Film

Salah satu cara yang Audrey lakukan untuk menghadapi rasa kecemasannya ini adalah dengan terus melakukan hal-hal yang dicintainya. Dan dirinya juga menjelaskan bahwa dukungan dari keluarga dan teman-temannya menjadi faktor dirinya kembali bangkit.

Dukungan keluarga dan teman dekat membuatnya bangkit kembali. (Foto: Instagram/@audreytapiheru)

Mengenai quarter life crisis yang dirasakannya, penyanyi berusia 28 tahun ini menjelaskan bahwa kunci untuk menghadapi situasi ini adalah terus beraktifitas. Selain itu, dirinya juga berperan untuk melakukan segalanya dengan maksimal dan hiraukan komentar buruk orang lain.

“Kalau orang membanding-bandingkan atau memberikan komentar yang kurang enak itu kan diluar kendali kita. Tinggal kitanya saja mau memilih untuk menjadikan hal itu semangat atau malah membuat kita jadi sedih,” kata Audrey.

Baca Juga:

Joshua Suherman Akan Tampil 'All Out' di Film Horor Perdananya

Namun, kini Audrey berhasil bangkit dari kondisi tersebut dengan mengeluarkan mini album solo bertajuk Love-Lock. Dalam mini album ini, diperkirakan akan terdiri dari tiga lagu yang dirilis secara satu persatu. Lagu Dime kabarnya akan dirilis pada 22 September, Menanti-nanti pada 6 Oktober, dan Constantly You pada 20 Oktober.

Audrey kembali menegluarkan mini album setelah dua tahun vakum. (Foto: Instagram/@audreytepiheru)

Judul album LoveLock dipilih Audrey karena memiliki makna tersendiri baginya. Sebab saat dirinya menulis ketiga lagu dalam mini album, Audrey merasa terdapat fase-fase berbeda didalamnya. Mulai dari fase jatuh cinta, kehidupan, dan prinsip.

Quarter life crisis merupakan situasi saat seseorang kehilangan arah, bingung, dan mengkhawatirkan masa depan mereka. Bahkan dalam beberapa kasus, seseorang bahkan merasa kehilangan tujuan hidup.

Kondisi ini dapat disebabkan karena beberapa faktor, seperti permasalahan ekonomi, rasa iri kepada teman-teman yang telah mencapai kesuksesan terlebih dahulu, maupun permasalahan percintaan. Kondisi ini biasanya dirasakan saat seseorang telah memasuki usia 18 hingga 30 tahun. (cit)

Baca Juga:

Mika Tambayong dan Eva Celia Isi Suara Film Animasi Disney

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan