Audrey GAC Alami 'Quarter Life Crisis'
Audrey Tapiheru akui sempat alami quarter life crisis. (Foto: Instagram/@gac_music)
ANGGOTA grup GAC, Audrey Tapiheru mengaku sempat alami quarter life crisis. Hal ini membuatnya memilih untuk vakum selama hampir dua tahun. Tak hanya itu, kondisi Audrey semakin diperparah karena harus ditinggalkan sang ayah. Situasi ini membuatnya betah untuk tidak berkarya.
“Tahun 2020 jadi tahun dimana aku merasa kok kayak quarter life crisis ya. Jadi ada momen aku merasa ‘apakah ini yang ingin aku lakukan’ gitu,” ujar Audrey seperti yang dilaporkan ANTARA.
Baca Juga:
Ini Alasan Cinta Laura Sangat Selektif Pilih Peran Pada Film
Salah satu cara yang Audrey lakukan untuk menghadapi rasa kecemasannya ini adalah dengan terus melakukan hal-hal yang dicintainya. Dan dirinya juga menjelaskan bahwa dukungan dari keluarga dan teman-temannya menjadi faktor dirinya kembali bangkit.
Mengenai quarter life crisis yang dirasakannya, penyanyi berusia 28 tahun ini menjelaskan bahwa kunci untuk menghadapi situasi ini adalah terus beraktifitas. Selain itu, dirinya juga berperan untuk melakukan segalanya dengan maksimal dan hiraukan komentar buruk orang lain.
“Kalau orang membanding-bandingkan atau memberikan komentar yang kurang enak itu kan diluar kendali kita. Tinggal kitanya saja mau memilih untuk menjadikan hal itu semangat atau malah membuat kita jadi sedih,” kata Audrey.
Baca Juga:
Joshua Suherman Akan Tampil 'All Out' di Film Horor Perdananya
Namun, kini Audrey berhasil bangkit dari kondisi tersebut dengan mengeluarkan mini album solo bertajuk Love-Lock. Dalam mini album ini, diperkirakan akan terdiri dari tiga lagu yang dirilis secara satu persatu. Lagu Dime kabarnya akan dirilis pada 22 September, Menanti-nanti pada 6 Oktober, dan Constantly You pada 20 Oktober.
Judul album LoveLock dipilih Audrey karena memiliki makna tersendiri baginya. Sebab saat dirinya menulis ketiga lagu dalam mini album, Audrey merasa terdapat fase-fase berbeda didalamnya. Mulai dari fase jatuh cinta, kehidupan, dan prinsip.
Quarter life crisis merupakan situasi saat seseorang kehilangan arah, bingung, dan mengkhawatirkan masa depan mereka. Bahkan dalam beberapa kasus, seseorang bahkan merasa kehilangan tujuan hidup.
Kondisi ini dapat disebabkan karena beberapa faktor, seperti permasalahan ekonomi, rasa iri kepada teman-teman yang telah mencapai kesuksesan terlebih dahulu, maupun permasalahan percintaan. Kondisi ini biasanya dirasakan saat seseorang telah memasuki usia 18 hingga 30 tahun. (cit)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Artwork yang Abadi: Peti Mati Mani sebagai Tribute bagi The Stone Roses
Aktor 'It: Chapter Two' James Ransone Meninggal Dunia, Bunuh Diri di Usia 46 Tahun
Putra Rob Reiner, Nick, Didakwa atas Pembunuhan Orangtuanya
Pembunuhan Rob Reiner, Polisi LA Tangkap Anak sang Sutradara
Sutradara Hollywood Rob Reiner dan Istrinya Ditemukan Tewas di Rumah Mereka di Los Angeles, Diduga Dibunuh
Dua Dekade Persahabatan, RAN Persembahkan Video Musik 'Memori' di Usia ke-19
Go Public, Katy Perry Pamer Kemesraan Bareng Justin Trudeau di Instagram
Epy Kusnandar Meninggal Dunia, Dedikasi 29 Tahun di Dunia Hiburan
Mudy Taylor Meninggal Dunia, Komika Musikal dengan Legasi Besar