MERAHPUTIH.COM — MUSISI AS D4vd mengaku tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan tingkat pertama dalam kematian seorang gadis remaja yang menghilang pada 2025. Penyanyi bernama asli David Anthony Burke ini dituduh membunuh Celeste Rivas Hernandez, 14, yang jenazahnya ditemukan dalam kondisi membusuk pada September 2025 di dalam sebuah Tesla yang terdaftar atas alamatnya di Texas.
Jaksa wilayah Los Angeles menyatakan Burke, 21, juga didakwa atas pembunuhan dengan motif keuntungan finansial serta pembunuhan terhadap seorang saksi dalam suatu penyelidikan. Ia tidak berbicara dalam sidang pembacaan dakwaan pada Senin (20/4). Itu merupakan penampilan pertamanya di pengadilan sejak ditangkap pekan lalu. Pengacaranya menyampaikan pengakuan tidak bersalah atas namanya.
Di ruang sidang Los Angeles, tim pembela musisi tersebut mengatakan mereka yakin bukti yang sebenarnya akan menunjukkan D4vd tidak membunuh Celeste dan bukan penyebab kematiannya. “Kami akan dengan tegas membela ketidakbersalahan David,” ujar para pengacara Blair Berk, Marilyn Bednarski, dan Regina Peter, dikutip BBC.
Setelah berbulan-bulan spekulasi seputar kasus ini, suasana tegang dan penuh antisipasi terasa di ruang pengadilan menjelang persidangan. Ruangan menjadi hening saat orangtua korban memasuki ruang sidang. Semua perhatian kemudian tertuju ke pintu tempat Burke seharusnya masuk. Ia hampir tidak terlihat oleh hadirin di ruang sidang.
Dalam pernyataan kepada CBS News, keluarga Rivas Hernandez mengatakan mereka berkomitmen memastikan suara Celeste didengar dan kenangannya dihormati sepanjang proses ini.
Baca juga:
Dalam konferensi pers sebelumnya, Jaksa Wilayah Los Angeles Nathan Hochman mengatakan, pada 23 April 2025, Rivas Hernandez pergi ke rumah Burke di Hollywood Hills dan tidak pernah terdengar lagi sejak saat itu. Jenazahnya yang dimutilasi dan telah membusuk ditemukan pada 8 September 2025, saat penyelidikan pertama dimulai, di bagasi depan sebuah Tesla yang terdaftar atas nama Burke. Saat pihak berwenang membuka tas tersebut, mereka menemukan potongan tangan dan kaki di dalamnya.
“Mimpi buruk bagi orangtua yakni situasi ketika anak perempuan Anda keluar suatu malam dan tidak pernah kembali,” kata Hochman.
Ia mengumumkan tiga jenis dakwaan terhadap penyanyi tersebut. Pertama, pembunuhan tingkat pertama dengan keadaan khusus menunggu dengan sengaja. Kedua, keadaan khusus tambahan berupa dugaan pembunuhan demi keuntungan finansial. Hochman menuduh Burke membunuh korban untuk mempertahankan karier musiknya yang menguntungkan, yang terancam oleh Celeste pada malam tersebut.
Ketiga, pembunuhan terhadap seorang saksi dalam penyelidikan. Ia mengatakan bukti menunjukkan Rivas Hernandez ialah saksi dalam penyelidikan terkait dengan tindakan seksual yang dilakukan Burke. Hochman menambahkan dakwaan tersebut juga melibatkan sejumlah tindakan seksual terhadap anak di bawah umur serta mutilasi tubuh. Oleh karena itu, kantor jaksa wilayah dapat mempertimbangkan hukuman mati dalam kasus ini.
Kepala Kepolisian Los Angeles Jim McDonnell menanggapi kritik atas penanganan kasus ini dan keputusan polisi untuk tidak memberikan detail sejak jenazah ditemukan di tempat penarikan kendaraan di Hollywood tujuh bulan lalu. “Saya ingin menegaskan sesuatu. Tugas saya bukan memicu spekulasi, melainkan memberikan keadilan. Itu membutuhkan kesabaran serta disiplin dari semua pihak,” kata McDonnell.
Ia menambahkan kondisi jenazah korban membuat penentuan penyebab kematian tertunda. Mengingat jangka waktu yang cukup lama antara kematian dan penemuan, bukti telah rusak atau hilang.
Kini, Burke tetap ditahan tanpa jaminan setelah penangkapannya pada Kamis. Penyanyi ini berasal dari Houston, Texas, dan dikenal lewat lagu indie-pop bernuansa muram seperti Here With Me dan Romantic Homicide. Ia pertama kali dikenal saat remaja dengan mengunggah video bermain Fortnite.
D4vd sedang menjalani tur saat jenazah ditemukan. Ia kemudian membatalkan tur dunianya dan menghilang dari sorotan publik tak lama setelah itu.(dwi)
Baca juga:
D4vd Isi Soundtrack untuk Fornite, Berikut Lirik Lengkap Lagu 'Locked & Loaded'