Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

AS Laporkan 10.491 Kasus Virus Corona, 150 Meninggal

Zulfikar Sy - Sabtu, 21 Maret 2020

MerahPutih.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Kamis (19/3) melaporkan 10.491 kasus virus corona di negara itu. Angka tersebut naik sebanyak 3.404 dari penghitungan sebelumnya.

Sementara itu, jumlah orang di Amerika Serikat yang meninggal akibat virus tersebut mengalami lonjakan terbesar sejauh ini, yaitu dari 53 menjadi 150.

Baca Juga:

Dua Karyawan World Bank Positif Corona

Dikutip Antara, Presiden Donald Trump pada Kamis mendesak otoritas kesehatan untuk mempercepat potensi terapi dalam merawat pasien COVID-19. Ia mengatakan, potensi itu bisa menciptakan terobosan saat vaksin masih dikembangkan.

Trump merujuk pernyataannya itu pada upaya pengobatan dengan antivirus eksperimental buatan Gilead Sciences Inc, Remdesivir, dan obat generik generik, hydroxychloroquine.

Perawat Teresa Malijon memakai pakaian pelindung menunggu pasien di lokasi tes drive through untuk penyakit virus korona (COVID-19) di sebuah tempat parkir di University of Washington's Northwest Outpatient Medical Center di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Selasa (17/3/2020). REUTERS/Brian Snyder
Perawat Teresa Malijon memakai pakaian pelindung menunggu pasien di lokasi tes drive through untuk penyakit virus korona (COVID-19) di sebuah tempat parkir di University of Washington's Northwest Outpatient Medical Center di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Selasa (17/3/2020). REUTERS/Brian Snyder

CDC melaporkan data terakhir kasus COVID-19 itu pada Rabu (18/3) sore dengan mengambil perbandingan dari penghitungan satu hari sebelumnya.

Baca Juga:

Ini Perkembangan Penemuan Vaksin Virus Corona

Di AS, kasus virus corona dilaporkan muncul di semua 50 negara bagian dan District of Columbia.

Data CDC itu tidak menggambarkan kasus yang dilaporkan secara individual oleh negara-negara bagian. (*)

Baca Juga:

Tim Medis Mulai Ditarik dari Episentrum Virus Corona Hubei

Baca Artikel Asli