MerahPutih.com – Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan.
Informasi kesepakatan AS dan Iran itu dilansir Antara, Senin (25/5), mengutip laporan Washington Post berdasarkan keterangan sumber mereka di Kemenlu AS, seorang pejabat diplomat yang tidak disebutkan namanya.
Kedua pihak sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari guna mencapai penyelesaian akhir,
tulis laporan Washington Post.
Washington Post menambahkan kesepakatan tersebut juga mencakup penundaan pembicaraan nuklir hingga waktu yang akan datang. Namun, sumber diplomatik lain, kerangka kesepakatan itu masih belum sepenuhnya disetujui pihak Iran.
Baca juga:
Trump Tetap Pertahankan Blokade Menuju Selat Hormuz Sampai Perjanjian Damai Disepakati
Perpanjangan Gencatan Senjata
Sebagai bagian dari kesepakatan, kedua pihak sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Langkah ini diharapkan memberi ruang untuk mencapai penyelesaian akhir setelah serangkaian konflik yang memanas sejak Februari.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap target-target di Iran yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Baca juga:
Posisi Vital Selat Hormuz
Ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global. Akibatnya, ekspor dan produksi energi di kawasan Timur Tengah terganggu, memicu kenaikan harga bahan bakar dan produk industri di berbagai negara. (*)