Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana

Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026

MerahPutih.com - Art Jakarta telah merampungkan penyelenggaraan perdana Art Jakarta Papers 2026 yang berlangsung di City Hall, Pondok Indah Mall 3.

Pekan seni ini digelar selama empat hari, yakni pada 5–8 Februari 2026. Pameran ini menghadirkan 28 galeri yang secara khusus menampilkan karya berbasis medium kertas.

Selain pameran galeri, Art Jakarta Papers juga menyuguhkan presentasi tunggal seniman Indonesia, kolaborasi bersama mitra, serta beragam program publik yang menempatkan kertas sebagai fokus utama dalam praktik seni rupa lokal.

Edisi pertama Art Jakarta Papers mencatat total kunjungan sebanyak 9.289 orang, menandakan keberlanjutan minat publik terhadap agenda seni dan pekan seni di dalam negeri.

Baca juga:

Art Jakarta Papers 2026 Digelar Perdana, Fadli Zon Soroti Nilai Historis Kertas

Sementara di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, acara ini tetap memperoleh dukungan kuat dari kolektor dan komunitas seni.

Format baru yang diusung turut menarik kehadiran kolektor serta penikmat seni baru yang antusias menyaksikan eksplorasi karya kertas dengan pendekatan bentuk dan format yang segar.

Tak hanya pameran karya dua dimensi, pengunjung juga disambut instalasi patung monumental karya Iwan Effendi berupa boneka setinggi sekitar 2,5 meter yang seluruhnya terbuat dari kertas. Karya ini menjadi magnet perhatian bagi pengunjung lintas usia.

Sementara itu, kolektif Ruang MES 56 menggelar lokakarya fotogram cyanotype yang mengajak pengunjung bereksperimen langsung dengan teknik fotografi berbasis cahaya dan komposisi visual di atas kertas, bersama para fasilitator dari kolektif tersebut.

Baca juga:

Art Jakarta Papers 2026 Siap Digelar, Soroti Karya Seni Berbasis Kertas

Pada akhir pekan, tepatnya 7 dan 8 Februari 2026, Art Jakarta Papers menghadirkan program AJ Talks yang secara khusus membahas peran dan posisi medium kertas dalam seni rupa kontemporer.

Diskusi mencakup berbagai topik, mulai dari tantangan konservasi karya kertas di iklim tropis, peluang pasar internasional bagi seniman kertas Indonesia, hingga kertas sebagai medium eksperimen dan praktik restorasi.

Rangkaian diskusi ini melibatkan seniman, kurator, galeri, kolektor, hingga konservator, dan mendapatkan respons positif dari para pengunjung.

Program publik turut dilengkapi dengan lokakarya dari Krack! Printmaking Collective asal Yogyakarta, yang memperkenalkan teknik cetak saring kepada publik sebagai bagian dari eksplorasi medium kertas. (Far)

Baca Artikel Asli