Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Arsip Langka Film 'Dune' David Lynch Dijual Rp 602 Juta, Berisi Materi Produksi Eksklusif

Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026

MerahPutih.com - Lebih dari setahun setelah wafatnya sutradara legendaris David Lynch, warisan kreatifnya kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah arsip langka berisi materi produksi di balik layar film Dune (1984) resmi dipasarkan oleh Peter Harrington Rare Books.

Koleksi eksklusif tersebut dibanderol dengan harga lebih dari USD 37.000 atau sekitar Rp 602 juta (kurs Rp 16.280 per USD). Arsip ini menjadi koleksi utama dalam katalog terbaru bertajuk Quo Vadis? Visions of the Future.

Sejumlah koleksi dipamerkan di galeri Peter Harrington di New York dan London, sementara seluruh arsip juga tersedia untuk dibeli secara daring.

Arsip tersebut berasal dari koleksi pribadi ilustrator produksi Ron Miller, yang terlibat langsung dalam proses pengembangan visual film Dune garapan David Lynch.

Berisi Puluhan Karya Seni Konsep hingga Foto Langka

Koleksi ini menawarkan gambaran mendalam mengenai proses kreatif di balik produksi film fiksi ilmiah tersebut.

Di dalamnya terdapat 85 slide fotografi, 60 foto, 65 potongan negatif film, serta 43 lembar karya seni konsep asli yang dibuat oleh Ron Miller bersama desainer produksi peraih Oscar, Tony Masters.

Berbagai karya tersebut menampilkan rancangan awal elemen-elemen ikonik dalam film, mulai dari Sandworm (cacing pasir raksasa), pesawat luar angkasa, aula keluarga Atreides, hingga istana Kaisar.

Tak hanya itu, arsip ini juga memuat foto-foto langka dari lokasi syuting di Estudios Churubusco, Mexico City.

Salah satu foto memperlihatkan momen hari pertama syuting, sementara foto lainnya menangkap David Lynch yang tampak serius bekerja di meja kreatifnya.

Koleksi tersebut juga dilengkapi desain kostum karya Bob Ringwood serta model tiga dimensi Navigator Guild dan pesawat luar angkasa yang dibuat oleh Judith Miller.

Baca juga:

'Dune Messiah' hingga 'Jumanji 3', Film Aksi Spektakuler Bakal Tayang di 2026

Warisan Adaptasi Dune yang Sarat Sejarah

Setelah sukses menyutradarai The Elephant Man (1980), David Lynch dipercaya produser Dino De Laurentiis untuk mengadaptasi novel legendaris karya Frank Herbert, Dune, yang saat itu dikenal sebagai salah satu karya sastra yang dianggap 'mustahil difilmkan'.

Sebelum Lynch, proyek adaptasi novel tersebut sempat dikembangkan oleh sutradara Alejandro Jodorowsky pada pertengahan 1970-an.

Versi Jodorowsky dirancang sebagai film epik berdurasi sekitar 14 jam, dengan melibatkan sejumlah nama besar seperti Salvador Dalí, Mick Jagger, Orson Welles, musik dari Pink Floyd, serta desain visual oleh H.R. Giger dan Moebius. Namun, proyek ambisius tersebut akhirnya batal diproduksi.

Sempat Gagal di Bioskop, Kini Menjadi Film Kultus

Saat dirilis pada Desember 1984, Dune versi David Lynch mendapat kritik tajam dan gagal memenuhi ekspektasi secara komersial.

Film tersebut hanya meraup pendapatan sekitar USD 30,9 juta atau sekitar Rp 503 miliar, jauh di bawah biaya produksinya yang melebihi USD 40 juta atau sekitar Rp 651 miliar.

Banyak pihak menilai campur tangan studio membuat visi artistik David Lynch tidak tersampaikan sepenuhnya kepada penonton.

Meski demikian, seiring berjalannya waktu, Dune karya Lynch justru memperoleh pengakuan sebagai salah satu film kultus paling berpengaruh dalam sejarah genre fiksi ilmiah.

Baca juga:

Usai Raih Oscar, Timothée Chalamet Akui Makin Intens di 'Dune: Part Three'

Antusiasme Dune Kembali Meningkat

Penjualan arsip langka ini hadir di tengah kembali populernya semesta Dune setelah sutradara Denis Villeneuve sukses mengadaptasi novel Frank Herbert melalui Dune (2021) dan Dune: Part Two (2024).

Kedua film tersebut meraih kesuksesan besar di box office sekaligus memenangkan sejumlah penghargaan Oscar.

Antusiasme penggemar diperkirakan akan semakin meningkat menjelang perilisan Dune: Part Three, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada Desember 2026. (Tka)

Baca Artikel Asli