Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

12 Negara Bagian Ajukan Gugatan untuk Hentikan Merger Raksasa Paramount dan Warner Bros, Bisa Rusak Iklim Usaha

Dwi AstariniDwi Astarini - 2 jam, 39 menit lalu
12 Negara Bagian Ajukan Gugatan untuk Hentikan Merger Raksasa Paramount dan Warner Bros, Bisa Rusak Iklim Usaha

Paramount yang Ogah Kalah Gugat Warner Bros soal Detail Kesepakatan dengan Netflix, Siapkan Perebutan Kekuasaan lewat Proxy Fight.(foto: the Korea times)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEBANYAK 12 negara bagian di Amerika Serikat mengajukan gugatan untuk menghentikan rencana merger bernilai USD 110 miliar (sekitar Rp 1.790 triliun) antara Warner Bros dan Paramount. Para penggugat menilai konsolidasi media terbesar dalam sejarah Hollywood itu akan menghambat persaingan usaha dan menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen.

Negara Bagian California, negara bagian yang menjadi lokasi kantor pusat dan studio produksi Paramount maupun Warner Bros, menjadi pemimpin dalam gugatan kelompok itu. Jaksa Agung California Rob Bonta, dikutip BBC, mengatakan merger itu pada akhirnya akan merugikan penonton di setiap sofa rumah maupun kursi bioskop di seluruh Amerika Serikat.


Baca juga:

Netflix Justru Untung Rp 47,4 Triliun dari Kemenangan Paramount Akuisisi Warner Bros


Merger Berpotensi Kuasai 86 Persen Pasar Film




Jika merger disetujui, perusahaan hasil penggabungan tersebut akan menguasai lebih dari seperempat keseluruhan film besar yang dirilis di Amerika Serikat. Bersama Disney, Universal, dan Sony, hanya empat konglomerasi media yang akan mengendalikan sekitar 86 persen pasar film besar.

Paramount dan Warner Bros bersama-sama memiliki berbagai waralaba legendaris seperti Harry Potter, Batman, Mission: Impossible, dan Top Gun, serta saluran televisi seperti CNN, MTV, dan Nickelodeon.

Jika disetujui, perusahaan hasil merger akan menguasai hampir sepertiga pasar film bioskop dan saluran televisi kabel dasar di Amerika Serikat.

Menurut Bonta, kondisi itu akan menyebabkan harga yang lebih mahal, kualitas yang lebih rendah, serta lebih sedikit konten film dan televisi sehingga merugikan bioskop, distributor televisi kabel, dan pada akhirnya seluruh penonton di Amerika Serikat.

Baca juga:

Netflix Mundur, Paramount Siap Akuisisi Warner Bros Senilai Rp 1.866 Triliun


Paramount Bersiap Pindah Kantor



Situs berita Semafor melaporkan David Ellison, pemegang saham pengendali sekaligus CEO Paramount Skydance dan putra miliarder teknologi Larry Ellison, didesak para penasihatnya untuk memindahkan operasional perusahaan keluar dari California. Padahal, Paramount telah berkantor pusat di negara bagian tersebut selama lebih dari 100 tahun. Bonta mengatakan ia mengetahui laporan tersebut.

"Saya mendengar pernyataan itu secara langsung. Bahkan saya merasa itu seperti ancaman dan tampaknya merupakan upaya terakhir untuk memeras regulator agar mengizinkan kesepakatan yang melanggar hukum. Itu tidak berhasil. Tidak akan berhasil. Memang tidak akan berhasil,” ujarnya.

Namun, Paramount menolak berkomentar mengenai kemungkinan pemindahan operasional perusahaan dari California maupun menanggapi pernyataan Bonta.



Mengakhiri Rivalitas Satu Abad




Apabila merger terlaksana, hal itu akan mengakhiri lebih dari 100 tahun persaingan antardua studio terbesar Hollywood tersebut.

Namun, tantangan hukum menjadi hambatan besar bagi kedua perusahaan dalam upaya menyatukan operasional mereka.

Pada Juni lalu, Departemen Kehakiman AS sebenarnya telah menyetujui merger tersebut. Namun, koalisi jaksa agung dari 12 negara bagian meminta kedua perusahaan menghentikan proses transaksi hingga ada keputusan pengadilan. Mereka juga mengancam akan mengajukan perintah penangguhan sementara apabila permintaan tersebut diabaikan.

Baca juga:

Paramount yang Ogah Kalah Gugat Warner Bros soal Detail Kesepakatan dengan Netflix, Siapkan Perebutan Kekuasaan lewat Proxy Fight



Dikhawatirkan Kurangi Persaingan dan Penaikan Harga



Gugatan tersebut berfokus pada tiga sektor utama, yakni film bioskop, film blockbuster, dan saluran televisi kabel.

Menurut para penggugat, hilangnya persaingan antara Paramount dan Warner Bros akan melemahkan posisi tawar bioskop maupun jaringan televisi. Saat ini, jika salah satu studio menetapkan harga yang dianggap tidak wajar, distributor masih bisa beralih bekerja sama dengan studio pesaing.

Namun, jika kedua perusahaan bergabung, pilihan tersebut akan hilang. Akibatnya, bioskop dan jaringan televisi diperkirakan harus membayar biaya lisensi yang lebih tinggi. Hal itu pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen melalui harga tiket bioskop yang lebih mahal, biaya langganan televisi kabel yang meningkat, serta pilihan tontonan yang semakin terbatas.

"Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kerugian besar terhadap persaingan ini," ujar penggugat dalam gugatan tersebut.



Merger Jadi Siasat Hadapi Krisis




Di sisi lain, para pendukung merger berpendapat industri media tradisional saat ini sedang menghadapi krisis. Jumlah penonton televisi kabel terus menurun, sedangkan industri bioskop menghadapi tekanan berat dari perusahaan teknologi dan platform layanan streaming. Dalam kondisi tersebut, skala bisnis yang lebih besar dianggap sebagai kebutuhan ekonomi agar perusahaan tetap mampu bersaing.

Dalam pernyataannya, Paramount menyebut gugatan tersebut sebagai cacat secara mendasar dan keliru serta menegaskan akan membela proses merger ini dengan segala upaya hukum.

Perusahaan juga menyatakan penundaan merger hanya akan semakin merugikan para pekerja industri hiburan yang telah terdampak perubahan teknologi selama beberapa tahun terakhir, serta menyebabkan California kehilangan puluhan ribu lapangan pekerjaan di sektor hiburan.(dwi)

Baca juga:

Warner Bros Tolak Tawaran Paramount meski telah Direvisi, Tetap Pilih Netflix

#Film #Paramount #Warner Bros.
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
12 Negara Bagian Ajukan Gugatan untuk Hentikan Merger Raksasa Paramount dan Warner Bros, Bisa Rusak Iklim Usaha
Konsolidasi media terbesar dalam sejarah Hollywood itu akan menghambat persaingan usaha dan menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen.
Dwi Astarini - 2 jam, 39 menit lalu
12 Negara Bagian Ajukan Gugatan untuk Hentikan Merger Raksasa Paramount dan Warner Bros, Bisa Rusak Iklim Usaha
ShowBiz
Netflix Hadirkan 3 Film Horor Baru di Juli, Ada Franchise 'Danur'
Bagi pencinta film horor lokal, Juli menjadi bulan yang dipenuhi judul-judul baru dengan cerita yang beragam.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Netflix Hadirkan 3 Film Horor Baru di Juli, Ada Franchise 'Danur'
ShowBiz
Tom Cruise Berubah Total di Trailer 'Digger', Film Satir Politik Garapan Alejandro G. Iñárritu
Tom Cruise tampil nyaris tak dikenali dalam trailer perdana Digger. Film terbaru Alejandro G. Iñárritu memadukan komedi satir politik, hingga krisis iklim.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Tom Cruise Berubah Total di Trailer 'Digger', Film Satir Politik Garapan Alejandro G. Iñárritu
ShowBiz
Trailer Film 'Seni Merayu Tuhan' Dirilis, Rieke Diah Pitaloka Tampil Emosional
Trailer terbaru Seni Merayu Tuhan resmi dirilis. Film adaptasi buku Habib Husein Ja'far ini menampilkan kisah mengharukan tentang cinta seorang ibu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Juli 2026
Trailer Film 'Seni Merayu Tuhan' Dirilis, Rieke Diah Pitaloka Tampil Emosional
Lifestyle
Filosofi Teras, Cerita Sandwich Generation Dihantam Berbagai Tekanan Hidup
Utang peninggalan orang tua, biaya kuliah sang adik, hingga kakak yang masih menumpang hidup setelah menikah dalah cerita nyata orang Indonesia,
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Filosofi Teras, Cerita Sandwich Generation Dihantam Berbagai Tekanan Hidup
ShowBiz
Sinopsis Film 'Kung Fu Soccer', Spin-off 'Shaolin Soccer' Garapan Stephen Chow Raup Rp 1,2 Triliun dalam 2 Hari
Film 'Kung Fu Soccer' garapan Stephen Chow sukses meraup Rp 1,2 triliun dalam dua hari penayangan di China. Simak sinopsis, daftar pemain, dan fakta menariknya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Sinopsis Film 'Kung Fu Soccer', Spin-off 'Shaolin Soccer' Garapan Stephen Chow Raup Rp 1,2 Triliun dalam 2 Hari
ShowBiz
Sinopsis Film 'Soulm8te', Spin-off 'M3GAN' tentang Robot AI yang Berubah Menjadi Teror
Soulm8te menjadi spin-off terbaru semesta M3GAN dari Blumhouse dan Atomic Monster. Film thriller teror ancaman AI ini tayang digital mulai 1 Agustus 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Sinopsis Film 'Soulm8te', Spin-off 'M3GAN' tentang Robot AI yang Berubah Menjadi Teror
ShowBiz
Gina S. Noer Sebut 'Aku Sebelum Aku' sebagai Surat Cinta untuk Mereka yang Bertahan
Film Aku Sebelum Aku karya Gina S. Noer tayang di Netflix mulai 16 Juli 2026. Angkat kisah pencarian jati diri remaja di tengah tekanan keluarga, masa lalu, dan ekspektasi hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Gina S. Noer Sebut 'Aku Sebelum Aku' sebagai Surat Cinta untuk Mereka yang Bertahan
ShowBiz
Gina S. Noer Ungkap Makna di Balik 'Aku Sebelum Aku', Film tentang Tekanan Prestasi
Film Aku Sebelum Aku karya Gina S. Noer tayang mulai 16 Juli 2026. Mengangkat kisah remaja yang terjebak ekspektasi orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Gina S. Noer Ungkap Makna di Balik 'Aku Sebelum Aku', Film tentang Tekanan Prestasi
ShowBiz
'Spider-Man: Brand New Day' Diproyeksikan Raup Rp 3,2 Triliun di Pekan Pembuka, Bidik Rekor Baru
Spider-Man: Brand New Day diprediksi meraih pendapatan pembuka sekitar Rp3,2 triliun saat tayang perdana pada 31 Juli 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
'Spider-Man: Brand New Day' Diproyeksikan Raup Rp 3,2 Triliun di Pekan Pembuka, Bidik Rekor Baru
Bagikan