Merahputih.com - Rumput hijau Emirates Stadium kini menjadi saksi bisu kembalinya taring sang meriam London utara. Riuh rendah pendukung The Gunners membahana, merayakan setiap jengkal langkah menuju takhta juara setelah penantian panjang lebih dari dua dekade.
Di bawah komando tangan dingin Mikel Arteta, Arsenal kini berdiri kokoh di puncak klasemen, memimpin jauh sembilan poin atas rival terdekat, Manchester City.
Dominasi musim 2025/26 terasa nyaris sempurna bagi klub asal London utara tersebut. Keunggulan poin ini menjadi modal sangat berharga mengingat kompetisi hanya menyisakan tujuh pertandingan lagi.
Baca juga:
Superkomputer Prediksi Arsenal Juara Premier League 2025/26, Manchester City Tertinggal 8 Poin
Keberhasilan ini tak lepas dari efektivitas eksekusi bola mati (set piece) menghasilkan total 21 gol di Liga Premier. Angka tersebut menyumbang 34,4 persen dari keseluruhan pundi-pundi gol tim, menjadi rasio tertinggi di seluruh liga top Eropa saat ini.
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, pasang badan menghadapi kritik menyebut Arsenal hanya beruntung memanfaatkan bola mati. Carragher menegaskan efektivitas taktik tersebut merupakan bagian dari kejeniusan strategi.
"Kritik yang menyebut Arsenal hanya mengandalkan bola mati adalah omong kosong belaka. Tidak ada cara benar atau salah dalam bermain bola. Hal yang terpenting adalah menjadi yang terbaik dalam apa yang dilakukan," tegas Carragher di depan Thierry Henry dan David Jones sebagaimana dikutip Sky Sports.
Ambisi Quadruple dan Ujian Eropa
The Gunners menunjukkan taji tidak hanya di kancah domestik, namun juga di kompetisi kasta tertinggi Benua Biru. Perjalanan di Liga Champions musim ini berbuah manis dengan status juara fase liga, memastikan tiket langsung babak 16 besar.
Rabu (18/3) dini hari WIB, Emirates Stadium akan menjadi medan laga penentuan kontra Bayer Leverkusen pada leg kedua.
Hasil imbang 1-1 di BayArena pada pertemuan pertama memberikan sedikit keuntungan bagi tuan rumah. Fokus tim terbagi sangat ketat karena jadwal padat menanti di depan mata.
Final Piala Carabao Menanti
Setelah duel hidup mati melawan wakil Jerman, pasukan Mikel Arteta segera bersiap terbang menuju Stadion Wembley. Manchester City sudah menunggu dalam laga final Piala Carabao pada Minggu, 22 Maret 2026.
Baca juga:
Pertandingan ini menjadi kesempatan emas meraih trofi perdana musim ini sekaligus menjaga asa meraih quadruple.
Publik kini menantikan konsistensi performa para pemain dalam mempertahankan momentum kemenangan. Ambisi besar menyapu bersih semua gelar tersedia menjadi motivasi utama ruang ganti Arsenal saat ini. Segenap kekuatan tim dikerahkan guna memastikan trofi Liga Premier kembali pulang ke rumah asalnya di London utara.