Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Arash Buana Meracik Karya Berakar Pada Realita Bukan Khayalan

Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 09 Februari 2025

MerahPutih.com - Karya musik yang sepenuhnya jujur dipastikan bakal mencapai telinga pendengar. Pendengarpun akan merasa terikat dengan lirik yang dilantukan penyanyi.

Semenjak penyanyi, penulis lagu, dan produser musik Arash Buana merilis album panjang keduanya 'Life Update' pada September 2024 yang lalu, terdapat sebuah deep cut di dalam album tersebut yang perlahan-lahan menarik atensi para audiens skena musik Indonesia.

Deep cut tersebut adalah balada indie pop yang bertajuk "Tavoryn", yang dibawakan, ditulis, dan diproduseri pula secara langsung oleh musisi berusia 21 tahun ini.

Dikemas layaknya voice notes berbahasa Inggris, "Tavoryn" menjadi bentuk ungkapan duka Arash Buana terhadap sebuah perpisahan masa lalu.

Baca juga:

Lirik Lagu 'Bunga Jiwaku' yang Jadi Aransemen Terbaru Yovie & Nuno

Akan tetapi, melalui balada yang satu ini, Arash Buana juga menyadari bahwa terdapat jenis rasa sesal yang, sayangnya, sulit lekang oleh waktu.

"Tavoryn adalah mantan pertama aku. Aku enggak bisa mengungkapkan nama aslinya, tapi Tavoryn adalah nama social media handle dia," tutur Arash Buana.

Faktor 'perasaan' juga menjadi alasan mengapa, khusus untuk karya musik yang satu ini, Arash Buana memutuskan untuk menyuguhkan gaya pelirikan yang lebih straightforward dan bebas dari makna ganda.

Dari segi musikalitas, "Tavoryn" turut mewakili identitas Arash Buana sebagai seorang penulis lagu. Lagi dan lagi, Arash Buana bersikukuh untuk meracik karya yang sepenuhnya berakar pada realita dan bukannya khayalan.

Kejujuran yang nyaris radikal ini telah menjadi kekuatan terbesar Arash Buana, dan "Tavoryn" menjadi contoh yang paling powerful. (far)

Baca Artikel Asli