Arab Saudi Gempur Istana Pemimpin Houthi

Selasa, 19 Mei 2015 - Rendy Nugroho

MerahPutih Internasional - Gencatan senjata yang terjadi antara Koalisi Arab Saudi dan kelompok Houthi berakhir Minggu (17/5). Setelah gencatan berakhir, Koalisi Arab Saudi dengan segera melancarkan serangan udara untuk menggempur Houthi di Kota Aden, Yaman.

Serangan udara terbaru Koalisi Arab Saudi itu ternyata tepat menghantam sebuah istana milik salah satu pemimpin Houthi di Aden. Hal itu diungkapkan salah seorang saksi mata.

Keputusan Arab Saudi yang segera menggempur Yaman sesungguhnya sangat disesalkan oleh utusan PBB untuk Yaman, Ismail Ould Sheikh Ahmed.

“Sesungguhnya saya sangat menyesalkan atas keputusan Arab Saudi dan koalisinya. Seharusnya kedua pihak bertekad kembali untuk memperpanjang gencatan senjata, setidaknya lima hari lagi,” kata Ahmed seperti dilansir laman Al Arabiya.

Sebagaimana diberitakan, Koalisi Arab Saudi dan kelompok Houthi sepakat untuk memulai gencatan senjata pada Selasa 12 Mei pukul 23.00 waktu setempat (sekira Rabu pukul 03.00 WIB).

Gencatan senjata selama lima hari itu disepakati untuk memberlakukan jeda kemanusiaan, agar seluruh bantuan kemanusiaan dari luar Yaman dapat tersalurkan kepada warga sipil korban perang di sana.

Di satu sisi, sehari sejak dimulainya gencatan senjata, kelompok Houthi dituding telah melanggar kesepakatan dengan menyerang beberapa wilayah di Yaman. Hal itulah yang mengakibatkan Koalisi Arab Saudi untuk segera meluncurkan serangan udara sesaat setelah gencatan senjata lima hari berakhir.

Baca Juga:

Arab Saudi Hancurkan Makam Pendiri Houthi

Pemberontak Houthi Serang Arab Saudi dengan Roket

Ribuan Keluarga di Ramadi Kehilangan Tempat Tinggal

ISIS Kuasai Ramadi

Militer AS-Irak Kembali Rebut Kota Ramadi

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan