PENUAAN mutlak terjadi pada setiap orang. Yang kemudian bisa manusia lakukan adalah memperlambat penuaan itu.
Tanda penuaan pada wajah terlihat dengan keriput di wajah, kulit lebih kering, dan garis-garis halus di sekitar mata. Belakangan ini untuk menyingkirkan penuaan itu banyak yang memakai filler.
Baca Juga:
Mon Soleil Naik Kelas Menjuarai Kompetisi Inovasi Kecantikan Internasional
Dikutip dari Instyle.com, pada awal usia 20-an, tubuh kita berhenti memproduksi lemak dan kolagen. Termasuk kehilangan lemak pada lapisan dalam wajah. Menurut Dr. Anna Guanche, dokter kulit di Beverly Hills dan Calabasas, “Kehilangan lemak merupakan salah satu alasan utama wajah dan tubuh bisa terlihat tua.”
Namun, akhir-akhir ini banyak pasien yang mengalami filler fatigue, kondisi dimana wajah menjadi terlihat tidak alami, terlalu penuh, dan bengkak yang dihasilkan dari filler asam hialuronat yang tidak menghasilkan kondisi yang sama seperti dulu, dan di sinilah Renuva berperan.
Renuva tidak seperti perawatan anti penuaan lainnya yang saat ini ada dipasaran. Perawatan ini secara bertahap dapat menggantikan lemak yang hilang dengan lemak yang baru sambil memperbaiki kekurangan kontur. Hasil dari perawatan Renuva tentunya terlihat sangat alami dan bisa dikatakan kamu tidak perlalu melakukan apapun.
Lemak bagian dalam membuat kita terlihat lebih muda dan lemak superfisial membuat kita terlihat sehat. Di sini, perawatan itu bertindak sebagai mesin perbedaan biologis dan memungkinkan tubuh untuk menciptakan lemaknya sendiri. Perawatan ini bisa disuntikkan di area mana saja yang membutuhkan volume dan berfungsi untuk menciptakan kekenyalan dengan menumbuhkan lemak baru.
Baca Juga:
Bagaimana cara kerjanya? Pada awalnya, perawatan ini membuat matriks seperti sarang lebah yang diisi dengan lemak baru. Proses ini biasanya berlangsung selama tiga bulan. Pada saat proses ini berlangsung, tubuh menghasilkan lemak baru di area tersebut. Sementara tubuh membuat lemak dan termasuk pembuluh darah baru yang mengisi area yang kekurangan volume, Renuva akan larut dan dikeluarkan dari tubuh.
Renuva merupakan terapi suntik yang dikenal sebagai agen bioinduktif, namun yang utama adalah prosesnya. Renuva hanya bertindak sebagai katalis, dan setelah diserap, tubuh akan menciptakan efek yang bisa dilihat secara klinis.
Area yang cocok untuk diobati oleh Renuva yaitu pipi, lipatan nasolabial, garis marionette, dagu, garis rahang, dan pelipis. Namun, ada satu area wajah yang tidak bisa diobati oleh Renuva, yaitu bibir. Karena, diketahui pada dasarnya bibir tidak mengandung lemak. (yos)
Baca Juga: