Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Anies Jelaskan Penggunaan Dana PEN untuk Pembangunan TIM dan Stadion Persija

Andika Pratama - Rabu, 04 November 2020

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp12,5 Triliun untuk pembangunan infrastruktur.

Menurut Anies, pinjaman dana PEN yang sudah cair Rp3,26 Triliun dari BUMN itu memang dikhususkan untuk pembangunan infrastruktur yang terancam mangkrak akibat wabah corona.

"Jadi tujuan dari anggaran yang disalurkan lewat SMI adalah agar proyek-proyek infrastruktur di daerah tidak terhenti akibat adanya pandemi," ujar Anies usai menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Lapangan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/11).

Baca Juga

DPRD DKI Kembali Bahas APBD 2021 di Puncak, Gembong: Cari Ketenangan

Anies menuturkan, Program PEN yang diberikan pemerintah pusat memang diperuntukan untuk pembangunan. Berbeda halnya dengan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang memang digelontorkan untuk penanganan COVID-19.

"Jadi ini dua hal yang berbeda. Bagi kita yang paham akan tahu, yang untuk penanganan Covid lewat anggaran pos APBD, dana PEN memang dana dari pemerintah pusat untuk kegiatan infrastruktur," jelasnya.

Adapun enam pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana PEN, diantaranya peningkatan infrastruktur TIM, peningkatan infrastruktur pembangunan Stadion JIS, peningkatan infrastruktur pengendalian banjir, peningkatan infrastruktur peningkatan layanan air minum, peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, dan peningkatan infrastruktur transportasi.

Untuk diketahui, Pemprov DKI bersama DPRD telah menyepakati anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2020 sebesar Rp63,23 triliun. Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang masuk dalam APBD Perubahan 2020 itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Baca Juga

DPRD DKI tak Permasalahkan Dana PEN Dipakai Pembangunan Infrastruktur

Anggaran APBD Perubahan turun sekitar Rp24,72 triliun dari APBD murni 2020 yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp87,95 triliun. Penurunan itu dipicu karena adanya refucosing anggaran untuk penanganan COVID-19 di Ibu kota. (Asp)

Baca Artikel Asli