MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjamu para peserta The 12th Leaders in Administration Programme (LAP) dari Singapura di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (7/11) pagi.
Di hadapan peserta, Anies memaparkan mengenai pendekatan kolaborasi yang digunakan Jakarta untuk mewujudkan City 4.0. Gubernur mencurahkan persoalan mengenai permasalahan di Jakarta, mulai dari ketersediaan air bersih hingga sampah.
"Jakarta memiliki beberapa masalah yang juga dihadapi kota lain di dunia, antara lain kemiskinan, ketersediaan air, tempat tinggal (property), dan juga sampah," kata Anies di Balaikota.
Untuk mengatasi banyaknya masalah tersebut, Anies ingin melibatkan warga dengan menggunakan pendekatan kolaborasi sebagai wujud dari City 4.0 yang menjadi tujuan pembangunan kota.
"Untuk mengatasi masalah itu, kami ingin bangun Jakarta dengan pendekatan City 4.0, yakni kolaborasi. Sehingga, kami ingin melibatkan publik dalam setiap pengambilan kebijakan," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pun memberikan salah satu contoh dari pendekatan City 4.0 melalui program urban renewal kampung-kampung di Jakarta, di mana Pemprov DKI akan melibatkan warga untuk aktif merencanakan pembangunan di kampunganya, yang disebut Community Action Plan (CAP).
"CAP ini sudah berlaku di banyak kampung di Jakarta, sehingga apa yang direncanakan tepat dan sesuai yang warga butuhkan, tutupnya. (Asp)