MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengeluhkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi karena belum juga membangun halte Transjabodetabek di wilayahnya. Padahal, layanan Transjabodetabek menghubungkan Bekasi dan Jakarta dengan rute B25 Bekasi-Dukuh Atas dan B41 Vida Bekasi-Cawang.
Pramono mengaku menerima keluhan dari pengguna Transjabodetabek, terutama warga Bekasi, yang mempertanyakan kepastian pembangunan halte untuk menunjang layanan transportasi umum tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh Pramono di depan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.
"Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi, 'Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun?' begitu," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (26/10).
Ia meminta Pemkot Bekasi agar segera menuntaskan pembangunan halte. Pramono bahkan menyatakan Pemprov DKI bisa turun tangan jika pemerintah daerah setempat tak kunjung menyelesaikannya. "Kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin, nanti salah malahan. Tetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga," ujarnya.
Baca juga:
Penumpang Transjabodetabek Melonjak, Pramono Pertimbangkan Buka Rute Baru
Lebih jelasnya, Pramono menyebut jumlah penumpang Transjabodetabek rute Bekasi saat ini berkisar 4.000 hingga 5.000 orang per hari. Sementara itu, penumpang Transjabodetabek dengan rute Bogor yang mencapai 8.000 hingga 10.000 orang per hari.
Dengan begitu, menurut Pramono, peningkatan konektivitas antardaerah perlu dibarengi penyediaan sarana pendukung agar semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. "Perkembangan Transjabodetabek, termasuk yang ke Bekasi, sekarang ini sudah mengalami peningkatan yang luar biasa. Sekarang memang yang paling tinggi itu Bogor," tutur Pramono.
Saat menanggapi sorotan tersebut, Tri Adhianto mengklaim rencana pembangunan halte di wilayahnya sedang berproses. Ia menargetkan pekerjaan itu selesai pada akhir November 2026. Tri juga membuka kemungkinan adanya dukungan dari Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan halte melalui kerja sama antardaerah.
"Tetapi tidak tertutup kemungkinan dalam suatu proses kerja sama dua daerah itu ya bisa saja, ya, Pemerintah DKI memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Bekasi," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Pembagian Beban Subsidi Transjabodetabek, Gubernur Pramono Minta Daerah Penyangga Rawat Halte