Anggota Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Datangi RS Polri Polda Sulsel, Serahkan Sampel DNA
Senin, 19 Januari 2026 -
MERAHPUTIH.COM - PESAWAT ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) jatuh saat hendak mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (17/1). Pesawat tersebut terakhir terpantau di wilayah pegunungan Bulusaraung, kawasan perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Saat ini, Rumah Sakit Bhayangkara Biddokkes Polda Sulsel ditetapkan sebagai pusat identifikasi korban. Tim DVI dari Mabes Polri juga telah diterjunkan untuk memperkuat proses identifikasi dan penanganan korban kecelakaan pesawat tersebut
Seiring proses identifikasi korban, keluarga Copilot Muhammad Farhan Gunawan mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala, Makassar, Minggu (18/1). Kedatangan keluarga bertujuan memberikan data antemortem serta pengambilan sampel DNA guna memudahkan proses pencocokan identitas korban.
“Ada satu anggota keluarga yang secara aktif datang ke posko DVI Biddokkes, memberikan keterangan hubungan keluarga, sekaligus menjalani pengambilan sampel DNA,” ujar Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris, kepada wartawan dikutip Senin (19/1).
Baca juga:
Polda Jateng Ambil Sampel DNA dan Data Antemortem Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Sampel DNA tersebut diambil dari Haerul Gunawan, adik kandung Muhammad Farhan Gunawan. Menurut Haris, data tersebut akan digunakan untuk mencocokkan identitas korban apabila ditemukan jasad dalam proses evakuasi selanjutnya.
“Jika nantinya ditemukan jenazah atau bagian tubuh korban, akan langsung dicocokkan dengan sampel DNA yang sudah kami ambil,” jelasnya.
Selain di Sulawesi Selatan, pengambilan sampel DNA juga dilakukan terhadap keluarga korban lainnya di daerah berbeda. Salah satunya keluarga Esther Aprilita, pramugari pesawat ATR 42-500, yang menjalani proses serupa di Biddokkes Polda Jawa Barat.
“Kami terus berkoordinasi dan menghubungi seluruh keluarga korban. Dari total 10 korban, masih ada delapan keluarga yang akan kami datangi atau hubungi untuk proses identifikasi,” tambah Haris.(knu)
Baca juga:
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA