Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Anda Tidak Bisa Bayar Utang Tidur!

P Suryo R - Selasa, 24 Oktober 2017

KEHILANGAN waktu tidur atau tidur hanya beberapa jam saja membuat mata mengantuk dan tubuh lesu. Jalan satu-satunya adalah tidur. Padahal cara ini tidak benar.

Peneliti Northwestern University yang mengamati hewan yang tidak tidur dalam beberapa hari, ternyata hewan itu tidak berusaha tidak membayar utang tidurnya.

Seperti yang ditegaskan oleh Fred W. Turek, profesor neurobiologi dan fisiologi dari Northwestern's Center for Sleep and Circadian Biology, bahwa hewan-hewan yang tidak tidur itu, kemudian tidak berusaha menggantikan waktu tidurnya. Mereka lantas kehilangan kemampuan untuk tidur, hal ini berdampak pada fisik dan mental.

Penelitian itu membuat hewan-hewan selama 20 jam tidak tidur per hari dan memberi kesempatan tidur hanya empat jam saja, selama lima hari berturut-turut. Untuk mendapatkan pola kualitas tidur-terjaga dengan memonitor gelombang otak dan aktivitas otot.

Pada hari pertama hewan-hewan tersebut memang tertidur nyenyak karena kekurangan tidur. Namun pada hari-hari berikutnya hewan-hewan itu tidak memiliki kualitas tidur yang sama seperti hari pertama. Di akhir penelitian, hewan-hewan itu diberikan waktu tidur sebebasnya. Namun hewan-hewan itu hanya kembali seperti sediakala sebelum penelitian lima hari sebelumnya.

Hewan-hewan itu mampu beradaptasi dengan lingkungan mereka. Tubuh mereka mampu dengan cepat beradaptasi dan membuat tidur sebagai pilihan yang lain. Mereka tidak tidur banyak untuk berjaga dari bahaya.

Meskipun hewan maupun manusia mampu beradaptasi dengan lingkungan dan tidurnya. Namun bila terjadi dalam waktu yang lama, ada dampak negatif yang menyertainya, demikian Turek berpendapat. Keterbatasan tidur ini dapat berhubungan dengan disfungsi metabolisme dan sakit kardiovaskular.

Seperti yang disampaikan oleh Aaron D. Laposky, dari Center for Sleep and Circadian Biology, melihat banyaknya orang Amerika yang kurang tidur ada pararel dengan kenaikan body mass index. Jika kekurangan tidur terjadi pada waktu yang panjang, bisa jadi akan mempengaruhi sistem fisiologikal seseorang.

Penelitian ini semakin mendukung pada penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa kekurangan tidur pada seseorang, meskipun hanya 2-3 jam per malam, berdampak cukup besar pada tubuh. Seperti perlemahan pada kemampuan kognitif, kardiovaskular, imun dan fungsi endokrin.

Meskipun seseorang yang kekurangan tidur tidak mengantuk namun kemampuan kerja mereka menurun. (psr).

Baca Artikel Asli