KESALAHAN kebanyakan orang adalah menyamaratakan sepatu untuk olahraga. Yang ada dalam pikiran hanyalah kenyamanan. Inilah yang kemudian membuat orang yakin sudah cukup untuk menemani berolahraga.
Apalagi bila kemudian digunakan untuk melakukan olahraga di pusat kebugaran. Olahraga di pusat kebugaran berbeda dengan olahraga misalnya lari atau olahraga permainan seperti tenis atau bulu tangkis.
Olahraga di pusat kebugaran membutuhkan sepatu yang sesuai dengan kegiatannya. Kegiatan di pusat olahraga umumnya berputar pada pemberian beban pada tubuh. Meskipun adapula bagian untuk kardiovaskular juga, makanya dibutuhkan sepatu yang masuk dalam kategori crosstrainer.
Sepatu ini mampu menahan beban lebih berat dari sekedar menahan beban tubuh pemakainya. Namun di sisi lain tidak melupakan kenyamanan pada kaki.
Beban dengan bobot yang berat untuk diangkat tak dapat disangga oleh sepatu yang digunakan untuk berlari. Ini yang harus diterima oleh sepatu yang memang didesain untuk berolahraga di gym. Anda membutuhkan sepatu yang menahan beban yang diangkat oleh tubuh sekaligus nyaman ketika harus bergerak melancarkan jaringan kardiovaskular.
Ada perbedaan antara sepatu olahraga yang dipakai sesuai dengan kegiatannya. Seperti berolahraga dalam gym yang lebih menekankan pada kemampuan sepatu menahan beban berat namun tetap nyaman dipakai untuk kegiatan kardiovaskular. Sol sepatu harus datar mulai dari tumit sampai ke ujung kaki.
Kemudian sepatu yang dipilih harus pas di kaki namun masih memberikan keleluasaan pada kaki untuk bergerak. Cobalah sepatu yang akan dibeli kemudian goyangkan jari-jari kaki dan rasakan pergerakannya. Jika masih terasa bebas, maka layak untuk dipilih.
Sepatu itu juga harus terasa ringan ketika dipakai. Sebab dalam gym, Anda masih melakukan kegiatan menggerakan kaki seperti berlari. Gerakan kardiovaskular adalah bagian tak terpisahkan pada olahraga di gym. Meskipun sepatu tersebut bukan ditujukan untuk olahraga lari. (psr)