MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi perdananya di tubuh Kepolisian. Ia pun merombak sejumlah jabatan strategis, dari Kabareskrim hingga job bintang tiga lainnya.
Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta melihat, para perwira tinggi pilihan Kapolri Sigit adalah sosok yang memiliki rekam jejak dan prestasi.
Baca Juga
Keluarkan SE Penerapan UU ITE, Kapolri Minta Anak Buahnya Kedepankan Langkah Damai
Yang ditunjuk oleh Jendral Sigit adalah para perwira tinggi yang sudah jelas track record dan prestasinya.
"Tidak perlu diragukan lagi, ini adalah right man in the right place," ucap Stanislaus kepada wartawan di Jakarta, selasa (23/2).
Stanislaus melihat, Sigit yang juga lulusan AKPOL 1991 ini memberikan kesempatan kepada seniornya untuk menduduki jabatan strategis di Korps Bhayangkara.
Dia mengatakan, penempatan Komjen Agus Andrianto sebagai Kabareskrim dan Irjen Paulus Waterpau menjadi Kabaintelkam, menunjukkan bahwa Jendral Sigit sangat menghargai kompetensi seniornya.
"Jendral Sigit menunjuk senior-seniornya untuk menempati jabatan startegis dengan rotasi yang cukup elegan," kata Stanislaus.
Selain itu, rotasi Komjen Ryco dari Kabaintelkam menjadi Kalemdiklat, dan Komjen Arief dari Kalemdiklat menjadi Kabaharkam juga menunjukkan bahwa Jendral Sigit tidak terburu-terburu membawa gerbongnya untuk posisi strategis.
"Dengan penempatan pejabat utama secara profesional maka konsep Polri yang Presisi harusnya dapat dicapai, selain itu organisasi Polri tetap solid," kata dia.
Dia berpandangan, dalam hal ini Jendral Sigit memilih lebih mengutamakan aspek kompetensi dan profesionalitas.
Stanislaus berharap langkah Sigit dapat mewujudkan konsep Polri Presisi atau pemolisian prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Seperti diketahui, keputusan rotasi itu tertuang dalam surat telegram nomor ST/318/II/KEP./2021 tertanggal 18 Februari yang ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang SDM, Inspektur Jenderal Sutrisno Yudhi Hermawan atas nama Kapolri. Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono juga membenarkan telegram itu. (Knu)
Baca Juga