Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo

Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026

MerahPutih.com – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi salah satu tanda munculnya instabilitas politik di internal koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:

Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo

Menurut Adi, kondisi ini belum bisa disebut sebagai keretakan terbuka. Namun, perbedaan orientasi dan agenda politik di antara partai pendukung pemerintah dapat menjadi bibit persoalan jika terus menguat.

Hal yang selama ini berpotensi jadi bibit munculnya instabilitas politik internal koalisi. Karena para pendukung sudah punya orientasi dan agenda berbeda,

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, Rabu (9/9).
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno (MP/Ponco)

Faksi Solo dan Cikeas Jadi Sorotan

Adi mencontohkan Partai Gerindra yang fokus mengawal program pemerintahan Prabowo. Di sisi lain, muncul kelompok-kelompok dengan kepentingan politik masing-masing.

Menurut dia, gejala ini sebelumnya terlihat dari faksi Solo setelah Projo menyampaikan kemungkinan “retakan sejarah”.

Kini, lanjut dia, dinamika serupa muncul dari kelompok Cikeas yang dikaitkan dengan pernyataan AHY mengenai kekuasaan yang tidak melekat pada satu orang dan memiliki batas.

“Ini adalah cacat bawaan koalisi besar karena partai koalisional pemerintah atau kelompok pendukung pemerintah kerap punya agenda berbeda,” imbuh Adi.

Baca juga:

Waketum Golkar Sebut AHY Kasih Sinyal Kuat Siap Jadi Penantang di Pilpres 2029

Demokrat Tetap Dukung, Tapi Punya Target Sendiri

Meski begitu, Adi menilai Partai Demokrat kini masih tetap menegaskan dukungan penuh terhadap pemerintahan Prabowo. Hanya saja, lanjut dia, Demokrat sebagai partai politik tentu memiliki kepentingan dan target elektoral sendiri.

Menurut Adi, perkembangan hubungan Demokrat dengan pemerintahan Prabowo akan bergantung pada apakah agenda politik partai tersebut tetap sejalan dengan kepentingan kekuasaan saat ini atau mulai bergerak ke arah berbeda.

“Meski Demokrat selalu tegaskan dukung penuh Prabowo, tapi sebagai partai politik Demokrat pasti punya target sendiri di pemilu,” tandasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli