Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

AC Milan Musim Depan Diprediksi Lebih 'Italia', Sudah Bosan Pakai Produk Impor?

Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026

Merahputih.com - Aroma piza hangat dan kopi espresso pekat tampaknya akan segera menggantikan dominasi budaya asing di koridor ruang ganti AC Milan. Manajemen tengah merancang ulang wajah skuad menyongsong musim baru demi mengembalikan kejayaan lokal pertahanan San Siro.

Laporan harian olahraga Tuttosport menegaskan, arah kebijakan transfer AC Milan kini sudah sangat terang benderang. Siapa pun pelatih maupun direktur pilihan manajemen nanti, inti kekuatan tim musim depan wajib mengandalkan talenta lokal Italia.

Baca juga:

Sudah Cukup Puas di AC Milan, Rafael Leao Pergi untuk Cari Babak Baru Kariernya

Langkah berani ini menjadi jawaban atas hilangnya identitas asli Il Diavolo Rosso dalam beberapa tahun terakhir.

Matteo Gabbia Memimpin Barisan Pengawal Identitas

Manajemen menunjuk bek tengah tangguh, Matteo Gabbia, sebagai figur utama pemimpin transisi taktik bermuatan lokal ini. Gabbia bakal memimpin rekan-rekannya memulai sesi pramusim di Milanello pada awal Juli nanti.

“Terlepas dari siapa pelatih dan direktur akhirnya terpilih, kelompok pemain musim depan akan memiliki lebih banyak pemain Italia sebagai intinya,"

Tuttosport.

Pilar lokal lain pengisi skuad inti antara lain:

Kembalinya Duo Berlian Kelahiran 2008

Paling memantik perhatian publik San Siro tentu saja rencana pemulangan dua aset berharga jebolan akademi sendiri.

Dua pemuda kelahiran 2008, Christian Comotto dan Francesco Camarda, siap mengisi barisan penyerang utama tim. Keduanya dinilai telah lulus ujian mental setelah menyelesaikan musim penuh kompetisi profesional level senior.

Baca juga:

Alasan di Balik Zlatan Ibrahimovic Lolos dari Pemecatan di AC Milan

Berikut data tiga talenta muda mentah siap asah yang diproyeksikan bergabung ke AC Milan:

Kehadiran para pemuda berbakat ini dipercaya mampu menghidupkan kembali jiwa Milan lama mati suri.

Modal kedekatan emosional anak-anak negeri ini menjadi fondasi utama pembangunan ulang klub dari dalam demi memenangkan trofi domestik maupun kompetisi Eropa.

Baca Artikel Asli