Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

895 Lulusan CPNS 2020-2021 Jadi Tenaga Pelacak COVID-19

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Juli 2021

MerahPutih.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta merekrut sekitar 895 tracer atau tenaga pelacak yang bekerja secara daring yang didapatkan dari lulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Jakarta 2020 dan 2021.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, 895 tracer digital ini kerjanya seperti layanan telemedicine di mana seorang pasien dengan dokter melakukan konsultasi melalui platform digital dan sudah terlatih.

Baca Juga:

10 Instasi Paling Banyak Diminati dan Sepi Pelamar CPNS

Selain itu, Pemprov DKI juga merekrut tenaga kesehatan profesional untuk membantu upaya pelacakan kasus melalui digital.

"Semuanya kami latih untuk kemudian melakukan tracing secara digital dengan merunut seseorang pasien itu ketemu siapa saja begitu. Itu dilakukan secara digital melalui media," ujarnya.

Pada awal Juli, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah merekrut 1.000 tracer digital baru dari calon pegawai negeri sipil (CPNS).

"Jadi kami sudah merekrut 1000 tracer baru yang berbasis CPNS baru di DKI yang kami latih untuk bisa tracer digital," ucap Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti dalam webinar, Selasa (6/7).

Rekrut tracer ini tidak hanya berdasarkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kesehatan, melainkan antar SKPD lain turut diberdayakan menjadi tracer. Dengan berbagai lintas SKPD tentunya akan mempercepat tracing DKI.

Petugas memeriksa kartu vaksinasi pedagang yang akan memasuki Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (26/7/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Petugas memeriksa kartu vaksinasi pedagang yang akan memasuki Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (26/7/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga sempat meminta tambahan tenaga kesehatan berikut pendukungnya. Mereka meliputi tenaga kesehatan di rumah sakit khusus bagi dosen dan mahasiswa. Lalu, tenaga tracer (pelacak kasus) lapangan sebanyak 2.156, dan tenaga vaksinator sebanyak 5.139 orang.

Permintaan itu tertuang dalam dokumen perkembangan COVID-19 di Jakarta yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta saat rapat koordinasi pelaksanaan PPKM Darurat yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan beserta jajaran kepala daerah lainnya pada Selasa (29/6) lalu.

Anies meminta empat poin dukungan ke pemerintah pusat, apabila rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat jadi dilaksanakan. Salah satunya adalah tambahan tracer dan vaksinator. (Asp)

Baca Juga:

Jelang Tutup Pendaftaran, 3,9 Juta Orang Daftar CPNS dan PPPK

Baca Artikel Asli