Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

76 Kejadian Bencana Alam Hantam Bali Kurang dari 24 Jam, Denpasar Terparah!

Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026

MerahPutih.com - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bali beberapa hari terakhir telah memicu eskalasi kejadian bencana alam.

Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat sebanyak 76 kejadian bencana sejak Senin malam (23/2) hingga Selasa siang (24/2) akibat cuaca ekstrem yang melanda seluruh wilayah Bali hanya dalam waktu kurang dari sehari.

“Kejadian sebanyak 76 titik sejak kemarin malam hingga pukul 12.00 Wita siang ini akibat cuaca ekstrem di seluruh Bali,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana, di Denpasar, Selasa (24/2).

Dari total kejadian tersebut, 42 kasus adalah banjir, disusul tanah longsor di lima lokasi, satu tanggul jebol, satu titik angin puting beliung, dua titik pohon tumbang, dan empat sandaran jebol.

Baca juga:

Cuaca Hujan Ekstrem Bikin Listrik Jawa-Bali Alami Gangguan

Denpasar Terparah

Meski hujan telah berlangsung tiga hari berturut-turut, bencana baru terjadi secara masif dengan Kota Denpasar sebagai daerah paling terdampak.

Tercatat 36 kejadian di Denpasar, terdiri dari 30 banjir, dua pohon tumbang, satu tanggul jebol, satu angin puting beliung, satu tanah longsor, dan satu sandaran jebol.

Kasus terbanyak kedua terjadi di Badung dengan 12 kejadian, terdiri dari 10 titik banjir dan dua pohon tumbang, serta Karangasem 12 kejadian (9 pohon tumbang, 3 sandaran jebol).

Bencana juga melanda kawasan Gianyar 5 kejadian (4 pohon tumbang, 1 tanah longsor), Buleleng 4 kejadian (2 pohon tumbang, 2 tanah longsor), Tabanan 5 kejadian (2 pohon tumbang, 2 banjir, 1 tanah longsor), Klungkung 1 pohon tumbang, dan Jembrana 1 pohon tumbang.

Baca juga:

Jalur Puncak Siaga Cuaca Ekstrem, Satlantas Bogor Beri Imbauan

Peringatan Cuaca Ekstrem Hingga 26 Februari

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga ekstrem di Bali pada 24–26 Februari. Mereka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

Kondisi potensi bencana cuaca ekstrem itu dipicu pertemuan angin dan kelembaban tinggi di wilayah Bali yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang. (*)

Baca Artikel Asli