Merahputih.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 26.200 kiloliter untuk mengatasi kelangkaan yang memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali. Penambahan pasokan tersebut dikirim secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026.
BBM telah dikirim ke Depo Pertamina Manggis di Karangasem dan Depo Sanggaran untuk selanjutnya didistribusikan ke SPBU.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pasokan BBM sebenarnya tersedia di kedua depo tersebut. Namun, proses distribusi menuju SPBU membutuhkan waktu sehingga ketersediaan BBM di tingkat pengecer belum langsung pulih secara merata.
Distribusi dari depo ke SPBU sedang berjalan mulai kemarin sore sampai tadi pagi sampai, hari ini juga dan memang tidak terlalu mulus karena jalan itu kan ada macetnya,
ujar Koster kepada wartawan di Bali, Selasa (13/10).
Baca juga:
BBM Langka di Bali, Gubernur Koster Sebut Warga Panik Takut Kehabisan
Antrean kendaraan dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, Tabanan, dan beberapa kabupaten lainnya. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya pembelian BBM secara bersamaan oleh masyarakat yang khawatir kehabisan bahan bakar.
Koster meminta masyarakat tidak panik karena pasokan BBM dipastikan tersedia dan mencukupi kebutuhan Bali.
Sebenarnya nggak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup,
katanya.
Koster memperkirakan kondisi pasokan BBM di Bali akan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan, seiring berlangsungnya distribusi dari depo ke SPBU.
Penambahan pasokan dan percepatan penyaluran diharapkan dapat mengurangi antrean kendaraan serta memulihkan pelayanan pengisian BBM bagi masyarakat.
Dengan pengiriman yang dijadwalkan berlangsung hingga 16 Oktober, kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk memastikan tambahan pasokan tersebut dapat menjangkau SPBU yang membutuhkan. (*)