Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal

Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026

MERAHPUTIH.COM - EKS Kasat Reskrim Polres Wonogiri Kompol Aditia Mulya Ramdhani meninggal dunia setelah tujuh tahun mengalami koma karena luka parah pada bagian kepala. Luka itu didapat setelah Aditia membubarkan betrok massa antarperguruan silat pada 2019 . Sebelum menjadi Kasatreskrim Polres Wonogiri, Aditia menjabat Kapolsek Pasar Kliwon Polresta Solo.

Jenazah almarhum Aditia dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (26/10).

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto membenarkan kabar duka tersebut. Proses pemakaman perwira menengah tersebut dilangsungkan hari ini di wilayah Baben, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.


"Ya benar, almarhum dimakamkan hari ini di Klaten," ujar Yuliyanto, Senin (26/10).

Baca juga:

Anggota Polres Wonogiri Ditetapkan sebagai Tersangka Pencabulan, Propam Bertindak




Aditia berpulang setelah menjalani perawatan intensif panjang setelah insiden pengeroyokan brutal yang dialaminya pada Rabu, 8 Mei 2019 malam. Pelaku pengeroyokan sudah ditahan dan divonis PN Wonogiri.


Di mata sesama anggota Polri, Sosok Aditia sangat baik dan ramah. Hal tersebut diungkapkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Joyosuran, Aiptu Samiun. Ia mengaku, pada saat almarhum menjadi Kapolsek Pasar Kliwon Solo, ia menjadi Humas Polsek Pasar Kliwon. “Kompol Aditia bukan sekadar pimpinan, melainkan pengayom yang membangun suasana kekeluargaan di lingkungan kerja. Sepanjang 26 tahun saya bertugas di Pasar Kliwon, baru beliau Kapolsek yang tidak hanya memberi perintah, tapi betul-betul merangkul bawahan,” kata Samiun.

Kehangatan almarhum Kompol Aditia, kata dia, juga terlihat hingga hari-hari terakhirnya sebelum insiden tragis di Wonogiri terjadi. Samiun mengenang, pada Jumat menjelang peristiwa di Wonogiri, almarhum sempat berkunjung ke Solo dan melaksanakan salat Jumat berjamaah dengannya. "Waktu itu almarhum sempat mengajak makan nasi kebuli. Karena warungnya tutup, beliau bilang dengan santai, 'Next time saja ya, Mas'. Itu momen kebersamaan dan percakapan terakhir saya bersama beliau," kenangnya.

Selain akrab dengan jajaran internal kepolisian, kata dia, Kompol Aditia dikenal piawai dalam melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat.

Salah satu rekam jejak kepemimpinannya yang berkesan yakni saat almarhum turun langsung merangkul warga bantaran sungai di wilayah Pasar Kliwon yang sempat menolak proyek penutupan tanggul.

“Almarhum tidak segan boncengan sepeda motor dengannya pada tengah malam untuk menemui tokoh-tokoh lokal dan warga sekitar pukul 23.30 WIB. Akhirnya warga melunak mau direlokasi. Itu jadi kenangan almarhum dan warga,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)


Baca juga:

4 Hektare Lahan Gunung Gandul Wonogiri Ludes Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan yang Sulit

Baca Artikel Asli