Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

7 Penerbangan di Seluruh Eropa Jadi Sasaran Ancaman Bom, Lintas Negara Bahas Kemungkinan Serangan Terkoordinasi

Dwi Astarini - 1 jam, 13 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — TUJUH pesawat penumpang di seluruh Eropa telah diperiksa setelah serangkaian dugaan ancaman bom.

Dua penerbangan Ryanair, satu berangkat dari Dublin dan lainnya dari Lisbon, diperiksa setelah mendarat di Roma akibat laporan anonim. Seorang sumber di Bandara Fiumicino kota tersebut, dikutip BBC, menyebut tidak ditemukan bahan peledak dalam penerbangan tersebut. Sang sumber di Bandara Fiumicino mengatakan tim penjinak bom kepolisian menjalankan protokol keamanan standar untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak.

Pemeriksaan terhadap penumpang, bagasi, dan pesawat menunjukkan hasil negatif, dan status siaga sejak saat itu telah dicabut.

Sementara itu, penerbangan dari Dublin dikawal Angkatan Udara Italia hingga mendarat. Pihak berwenang juga telah memeriksa pesawat-pesawat di Polandia, Spanyol, dan Bulgaria.

Satu pesawat mendarat di Murcia, Spanyol Selatan, sebuah penerbangan Ryanair dari Manchester, dipastikan tidak memiliki bahan peledak di dalamnya.

Dua penerbangan menuju Warsawa juga terdampak, termasuk satu penerbangan dari London Heathrow. Penerbangan dari Heathrow tersebut awalnya dijadwalkan mendarat di bandara utama ibu kota Polandia, Chopin, tapi dialihkan ke bandara Modlin yang lebih kecil, yang sempat memaksa penutupan sementara bandara tersebut.

Penerbangan Scandinavian Airlines dari Kopenhagen ke Warsawa-Chopin mendarat sesuai rencana.

Pada Selasa, Menteri Transportasi Bulgaria Georgi Peev mengatakan ada ancaman bom terhadap dua pesawat yang mengarah ke ibu kota negara tersebut, Sofia. Ia memberi tahu Kantor Berita Bulgaria (BTA) milik negara bahwa penerbangan tersebut berasal dari kota Bergamo di Italia utara dan ibu kota Irlandia, Dublin. “Penerbangan menuju Sofia tidak dialihkan dan tidak ditemukan bahan peledak saat pesawat diperiksa,” kata Peev.

Insiden pesawat pada Selasa ini terjadi sehari setelah penerbangan Wizz Air dari London Luton mendarat darurat di Budapest, dengan dikawal jet tempur Hungaria, setelah adanya ancaman bom.

Wizz Air belakangan menyatakan pemeriksaan keamanan telah dilakukan dan tidak ditemukan hal mencurigakan.

Baca juga:

Kena Ancaman Bom, Penerbangan Israel ke Austria Terpaksa Mendarat Darurat


Negara-Negara Eropa Kerja Sama Bahas Serangan Ruang Udara




Meskipun secara resmi tidak ada keterkaitan di antara insiden-insiden tersebut, pihak berwenang dari berbagai negara Eropa akan bekerja sama untuk menilai apakah ini merupakan serangan terkoordinasi yang dirancang untuk mengganggu ruang udara.

Pemerintah Inggris menggambarkan insiden tersebut sebagai ancaman hoaks yang berbahaya. Pakar keamanan penerbangan Paul Mason mengatakan ancaman bom pada pesawat penumpang tidak terlalu sering terjadi. Hal itulah yang membuat insiden terbaru ini ‘tidak biasa’.

"Tampaknya ancaman ini dibuat dengan cara yang meyakinkan di berbagai maskapai penerbangan. Hal itu mengindikasikan bagi saya, ini merupakan tindakan yang sangat disengaja pelaku tipikal, bukannya sekadar rentetan panggilan jahat yang kebetulan,” ujar Mason, dikutip BBC.

Ia mengatakan ‘ada banyak proses’ yang harus dilalui awak pesawat dan tim di darat untuk memvalidasi kredibilitas ancaman tersebut. Sebuah penerbangan mungkin diminta untuk melakukan pengalihan (divert) jika kredibilitas ancaman berada pada tingkat tertentu. Dalam beberapa kasus, menurut Mason, awak di atas pesawat bahkan mungkin tidak diberi tahu mengenai apa yang sedang ditangani operator darat.

Senada, Marco Chan, mantan pilot Cathay Pacific Airways dan Hong Kong Airlines yang kini menjadi dosen senior operasional penerbangan di Kingston University, mengatakan ancaman bom dianggap nyata sampai masalah tersebut terselesaikan, meskipun sebagian besar ternyata hanya hoaks.

Chan mengatakan para awak akan secara diam-diam memeriksa toilet, dapur (galley), dan area penyimpanan, serta tidak akan menyentuh benda mencurigakan kecuali jika benda tersebut harus dipindahkan ke area di pesawat yang ditentukan sebagai lokasi bom paling berisiko rendah.

Kapten pesawat akan memiliki banyak faktor untuk dinilai, menurut mantan pilot maskapai Terry Tozer, seorang pengamat keselamatan penerbangan.

Ia mengatakan faktor-faktor ini mencakup fasilitas apa saja yang tersedia di bandara pengalihan dan bagaimana pesawat dapat melanjutkan perjalanan jika ancaman tersebut terbukti palsu.

“Begitu berada di darat, pesawat umumnya diarahkan ke area terisolasi, penumpang diturunkan, serta polisi dan tim penjinak bom akan melakukan penyisiran,” jelas Chan.(dwi)

Baca Artikel Asli