MerahPutih.com - Masa liburan sekolah menjadi momen yang paling dinantikan anak-anak. Waktu bermain yang lebih panjang, aktivitas luar ruangan, hingga perjalanan wisata membuat mereka lebih aktif dibandingkan hari-hari biasa.
Namun, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia, orang tua perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan anak agar masa liburan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.
Cuaca ekstrem dapat berupa suhu udara yang sangat panas, hujan deras yang datang tiba-tiba, perubahan kelembapan yang drastis, hingga angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas, infeksi saluran pernapasan, hingga penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.
Baca juga:
Pilihan Asik Short Escape di PIK, Liburan Panjang Tetap Seru Tanpa Harus Keluar Jakarta
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan anak selama liburan sekolah.
1. Pastikan Anak Tetap Terhidrasi
Dehidrasi menjadi salah satu risiko kesehatan yang paling sering terjadi saat cuaca panas.
Anak-anak umumnya lebih fokus bermain dan beraktivitas sehingga sering lupa memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Karena itu, orang tua perlu memastikan anak mengonsumsi air putih yang cukup sepanjang hari.
Selain air putih, kebutuhan cairan juga dapat dibantu melalui konsumsi buah-buahan yang kaya kandungan air seperti semangka, melon, jeruk, dan pir.
Segera berikan cairan dan waktu istirahat apabila anak mulai menunjukkan tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering, pusing, mudah lelah, atau frekuensi buang air kecil yang berkurang.
2. Batasi Aktivitas di Bawah Terik Matahari
Aktivitas luar ruangan tetap dapat dilakukan selama liburan, namun waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan.
Saat suhu udara sedang tinggi, sebaiknya anak beraktivitas pada pagi atau sore hari. Hindari paparan sinar matahari langsung antara pukul 10.00 hingga 15.00 karena intensitas sinar ultraviolet cenderung berada pada tingkat tertinggi.
Jika anak harus berada di luar rumah, gunakan topi, pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat, serta tabir surya yang sesuai untuk anak guna melindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebihan.
3. Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Asupan Bergizi
Liburan sering kali identik dengan makanan cepat saji, minuman manis, dan berbagai camilan.
Meski sesekali tidak menjadi masalah, orang tua tetap perlu memastikan anak memperoleh asupan gizi yang seimbang setiap hari.
Perbanyak konsumsi sayur, buah, protein, dan makanan bergizi lainnya untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Nutrisi yang baik dapat membuat anak lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu.
Baca juga:
4. Waspadai Penyakit Musiman
Perubahan cuaca yang ekstrem dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit musiman seperti flu, batuk, demam, diare, hingga demam berdarah dengue (DBD).
Untuk mengurangi risiko tersebut, orang tua perlu menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan rutin menguras tempat penampungan air dan menghilangkan genangan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, biasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas guna mencegah penyebaran kuman penyebab penyakit.
5. Pastikan Anak Mendapat Istirahat yang Cukup
Meski sedang menikmati masa liburan, pola tidur anak tetap perlu dijaga.
Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga anak lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
Anak usia sekolah umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 9 hingga 11 jam setiap malam. Istirahat yang cukup membantu tubuh memulihkan energi dan menjaga kondisi fisik tetap optimal selama beraktivitas.
6. Perhatikan Kualitas Udara
Di beberapa daerah, cuaca ekstrem juga dapat disertai peningkatan polusi udara yang berisiko mengganggu kesehatan pernapasan anak.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi anak yang memiliki riwayat asma, alergi, atau gangguan pernapasan lainnya.
Saat kualitas udara memburuk, batasi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker jika diperlukan. Pastikan pula sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik agar anak dapat bernapas dengan nyaman.
Baca juga:
Cuaca Tak Menentu dan Polusi Tinggi, Warga Jakarta Diminta Waspadai ISPA
Liburan sekolah merupakan kesempatan bagi anak untuk beristirahat, bermain, dan mengeksplorasi berbagai pengalaman baru.
Namun, keseruan tersebut perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan, terutama ketika cuaca sedang tidak menentu. (Far)