Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

5 Perserta Latsarmil Manajer Koperas Merah Putih Meninggal, Istana Janji Mitigasi dan Evaluasi

Wisnu Cipto - Senin, 29 Juni 2026

MerahPutih.com – Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelatihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setelah insiden meninggalnya lima peserta.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyampaikan masukan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses perbaikan latsarmil KDKMP di masa depan.

“Masukan masyarakat itu penting dan diperhatikan,” kata Juri menjawab pertanyaan wartawan terkait evaluasi latsarmil di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (29/6).

Baca juga:

Minta Pelatihan Calon Manajer Kopdes Dievaluasi, Menteri Pigai: tak Harus dengan Pendidikan Militer

Evaluasi dan Langkah Antisipasi

Perwakilan Istana Kepresidenan itu juga menegaskan pemerintah saat ini berupaya memitigasi insiden meninggalnya lima calon manajer KDKMP saat latsarmil tidak lagi terulang.

“Evaluasi itu atau perbaikan-perbaikan itu terus dilakukan, tetapi intinya adalah memitigasi supaya tidak terjadi masalah seperti yang sudah terjadi meninggalnya lima orang. Jadi, Insya Allah ke depan sudah diantisipasi supaya tidak terjadi korban,” Wamensesneg Juri Ardiantoro.

Saat ini, Kementerian Pertahanan tengah menggelar pelatihan dasar militer yang diikuti calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Baca juga:

DPR Komentari Kematian Calon Manajer Kopdes Merah Putih saat Pelatihan, Mereka bukan Prajurit Militer

Nama 5 Korban Meninggal Latsarmil KDKMP

Pelatihan dimulai sejak 17 Juni 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama 45 hari dengan melibatkan 35.476 peserta yang mengikuti pendidikan di berbagai satuan pendidikan TNI di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Kemhan, lima peserta yang meninggal dunia adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Diasari.

Penyebab kematian yang disampaikan pemerintah meliputi henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, komplikasi tuberkulosis, hingga gangguan pernapasan saat menjalani latihan. (*)

Baca Artikel Asli