Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

5 Kiper Paling Sibuk di Piala Asia 2019, Nomor 1 Rasio Penyelamatannya Dekati 90 Persen

Angga Yudha Pratama - Senin, 28 Januari 2019

Merahputih.com - Piala Asia 2019 menyajikan pertandingan-pertandingan kejutan. Tak hanya dari negara peserta maupun jalannya pertandingan, Piala Asia tahun ini juga jadi ajang pembuktian para kiper masing-masing negara peserta.

Piala Asia sendiri sudah masuki babak empat besar alias semifinal. Namun aksi dari para kiper, dari blunder hingga penyelamatan spektakuler membuat gelaran turnamen bagi negara-negara asia jadi tontonan menarik.

Dalam sepak bola, kiper merupakan tembok terakhir pertahanan. Namun dalam perkembangannya, kiper juga mulai terlibat langsung dalam permainan, termasuk membangun serangan.

Perubahan ini juga terlihat di ajang Piala Asia 2019. Standar kiper-kiper di turnamen ini terlihat meningkat. Contohnya kiper Iran, Alireza Beiranvand yang mencatat asisst lewat lemparan jarak jauhnya.

Meski demikian, tugas utama seorang kiper adalah mengawal gawangnya dari kebobolan. Kemampuan mengadang bola masih menjadi atribut terpenting seorang kiper.

Sambil menunggu laga semifinal, menarik melihat kembali 5 kiper yang paling banyak melakukan penyelamatan di Piala Asia 2019.

1. Ignatiy Nesterov (Uzbekistan) 21 penyelamatan, 4 laga

Ignatiy Nesterov (Zimbio)

Pengalaman menjadi modal berharga bagi Ignatiy Nesterov. Salah satu pemain tertua di Piala Asia 2019 tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan mencatat 21 penyelamatan dari empat laga yang dilakoninya.

Ini merupakan kali kelima tampil di Piala Asia bagi Nesterov. Dia pertama kali tampil pada 2004 saat berusia 21 tahun.

Pada turnamen kali ini, kiper Lokomotiv Tashkent mampu mencatat dua clean sheets dan rasio penyelamatan sukses mencapai 87,5 persen.

2. Amer Shafi (Yordania) 20 penyelamtan, 4 laga

Amer Shafi

Dengan usia 36 tahun, Amer Shafi merupakan pemain paling berpengaruh di timnas Yordania. Gayanya yang tidak umum acap membuat orang geleng-geleng kepala.

Pada Piala Asia 2019, Shafi mencatat 20 penyelamatan dalam empat laga. Meski dikritik karena sering membuat hal yang bisa membahaykan tim, Shafi mampu membuat tiga clean sheet.

3. Dang Van Lam (Vietnam) 16 penyelamtan, 5 laga

Dang Van Lam

Sukses menjadi satu-satunya wakil ASEAN yang tampil hingga perempat final membuat Vietnam menjadi sorotan. Salah satu pemain yang mampu menarik perhatian adalahsang penjaga gawang, Dang Van Lam.

Pemain kelahiran Rusia yang baru saja bergabung dengan klub Thailand Muangthong United, menjadi salah satu faktor dari sukses Vietnam. Van Lam mencatat 16 kali melakukan penyelematan dalam lima laga. Mayoritas penyelamatan tersebut datang dari laga perempat final melawan Jepang.

4. Mamed Orazmuhamedov (Turkmenistan) 14 penyelamatan, 3 laga

Mamed Orazmuhamedov (AFC)

Di ajang Piala Asia 2019, hanya Korea Utara yang kebobolan lebih banyak daripada Turkmenistan. Namun, situasi akan jauh lebih buruk jika Turkmenistan tidak memiliki Mamed Orazmuhamedov yang menjaga gawang.

Tanpa Orazmuhamedov, Turkmenistan boleh jadi akan kebobolan lebih dari 10 gol. Sang kapten berusia 32 tahun mencatat 14 penyelamatan hanya dalam tiga laga yang dilakoninya.

5. Michael Falkesgaard (Filipina) 14 penyelamatan, 3 laga

Michael Falkesgaard

Hanya tampil untuk mengisi posisi kiper utama Filipina, Neil Etheridge, yang absen, Michael Falkesgaard tampil cemerlang.

Sepanjang turnamen, Michael Falkesgaard mampu menghadirkan ketenangan di lini pertahanan Filipina. Tim asuhan Sven-Goran Erikssen tidak merasa kehilangan dengan absennya, Etheridge.

Sama seperti Mamed Orazmuhamedov, Michael Falkesgaard, juga mencatat 14 penyelamatan dari tiga laga. (*/bolaskor.com)

Baca Artikel Asli